Mamuju Tengah Pemerintahan Sulawesi Barat
Beranda / Dearah / Sulawesi Barat / Cegah Masalah KIP, KTA, TPPO, ABH dan Perkawinan Anak Perlu Adanya Kolaborasi Antara Pemerintah dan Masyarakat

Cegah Masalah KIP, KTA, TPPO, ABH dan Perkawinan Anak Perlu Adanya Kolaborasi Antara Pemerintah dan Masyarakat

Mateng, Suwarta.id – Pemerintah Kecamatan Pangale, mengundang sejumlah stekholder terkait untuk menghadiri acara sosialisasi pencegahan terkait Kekerasan Terhadap Prempuan (KIP), Kekerasan Terhadap Anak (KTA), Tindak Pidana Perdagangan Anak (TPPO), Anak Berhadapan Dengan Hukum (ABH), dan Perkawinan Anak.

Kegiatan sosialisasi diatas di selenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) yang dilaksanakan di Aula Kantor Camat Pangale. Selasa, (7/7/2026).

Selaku tuan rumah Camat Pangale Aci menyambut baik kegiatan sosialisasi ini apalagi berkaitan dengan pencegahan KIP, KTA, ABH, TPPO dan Perkawinan Anak.

Aci mengatakan berbicara masalah di atas tentu itu bukan hanya kerja – kerja pemerintah saja melainkan harus ada kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah ataupun stekholder terkait untuk mengatasi masalah diatas.

“Inilah salah satu alasan kenapa bapak – ibu di undang untuk hadir di acara sosialisasi ini agar kedepan bagaimana pemerintah Kabupaten dalam mencegah seperti maslah diatas itu harus ada kolaborasi baik itu toko masyarakat, toko agama maupun stekholder terkait,” kata Aci saat menyampaikan sambutan.

Bersama Anak Yatim, Jadi Sarana Utama Polda Sulbar Jaga Keamanan Melalui Keberkahan Doa

Aci menuturkandengan adanya kolaborasi, nantinyainformasi – informasi terkait persoalan diatas itu bisa tersampaikan kedinas terkait dalm hal ini ke DP3AP2KB.

Olehnya itu Aci berharap agar seluruh peserta dapat mengikuti sosialisasi ini dengan baik agar apa yang di dapat dalam sosialisasi ini nantinya, dapat diterapkan di masing-masing desa yang ada di kecamatan Pangale, terutama bagi ibu- ibu PKK desa harus perpetan aktif agar kekerasan terhadap perempuan dan anak diwilayah itu bisa dihindari. (**)

Bagikan