Mamuju,Suwarta.id– Pejabat Fungsional Inspektur Ketenagalistrikan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat, Gilang Ananda Putera, menerima koordinasi dari aparat Pemerintah Desa Beru-Beru, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Rabu (19/08/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Dinas ESDM Sulbar tersebut membahas pendataan dan usulan calon penerima program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) untuk masyarakat kurang mampu di wilayah Desa Beru-Beru.
Gilang Ananda Putera menjelaskan bahwa program BPBL merupakan bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM yang bertujuan memperluas akses listrik bagi rumah tangga tidak mampu yang belum memiliki sambungan listrik mandiri.
“Program ini sangat penting untuk mendorong peningkatan rasio elektrifikasi dan kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang masih banyak warganya belum menikmati akses listrik layak,” ujar Gilang.
Dalam pertemuan tersebut, aparat Desa Beru-Beru menyampaikan data warga yang dinilai layak menerima bantuan berdasarkan kondisi sosial ekonomi di lapangan. Gilang mengapresiasi inisiatif pemerintah desa yang proaktif dalam mendorong akses energi bagi warganya.
“Koordinasi dari tingkat desa sangat kami butuhkan untuk memastikan data calon penerima benar-benar tepat sasaran. Kami akan memproses usulan ini dan melanjutkannya ke usulan ke Kementerian ESDM,” jelasnya.
Diketahui, Desa Beru-Beru merupakan salah satu desa di Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, yang memiliki potensi pertanian cukup besar. Akses listrik yang andal sangat diperlukan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk pengolahan hasil pertanian dan kegiatan produktif lainnya.
Gilang juga menyampaikan bahwa Dinas ESDM Sulbar terus mendorong percepatan penyaluran BPBL di seluruh kabupaten di Sulawesi Barat. Saat ini, pihaknya telah menghimpun sekitar 19.000 data usulan calon penerima dari berbagai kabupaten untuk diajukan ke tingkat pusat.
“Kami berharap koordinasi seperti ini terus berlanjut, sehingga program bantuan listrik gratis dapat menjangkau seluruh masyarakat Sulbar yang membutuhkan,” tambahnya.
Kepala Dinas ESDM Sulbar, Bujaeramy Hassan, dalam kesempatan terpisah meminta keaktifan aparat desa dan kelurahan untuk segera mengusulkan masyarakat kurang mampu di wilayah masing-masing untuk program BPBL.
“Program BPBL adalah wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan tidak ada warga Sulbar yang tertinggal dari akses energi. Kami di Dinas ESDM berharap pemerintah desa dan kelurahan peduli dengan masyarakatnya untuk diusulkan dalam program BPBL, karena hingga saat ini baru 250 desa yang sudah mengusulkan dari total 648 desa se-Sulbar,” ujar Bujaeramy.
Ia menambahkan, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah penerima, tetapi juga dari dampaknya terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Listrik adalah pintu masuk bagi berbagai kemajuan, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi produktif. Karena itu, kami tidak akan berhenti berupaya memperluas akses listrik bagi seluruh lapisan masyarakat Sulbar,” tegasnya.
Koordinasi aparat Desa Beru-Beru dengan Dinas ESDM Sulbar ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam mengimplementasikan program prioritas yang tertuang dalam Pancadaya. Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK) , melalui pilar pembangunan sumber daya manusia dan pengentasan kemiskinan, berkomitmen untuk memperluas akses energi bagi masyarakat kurang mampu sebagai langkah konkret meningkatkan kesejahteraan.
Hal tersebut sejalan dengan arahan Sekretaris Daerah Junda Maulana yang menekankan pentingnya sinkronisasi data dan program antara pemerintah desa, provinsi, dan pusat agar intervensi pembangunan tepat sasaran. Dengan sinergi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan, Dinas ESDM optimis program BPBL dapat menjangkau seluruh masyarakat Sulawesi Barat yang membutuhkan, demi terwujudnya Sulbar yang maju, mandiri, dan berkeadilan.




