Pemprov Sulbar
Beranda / Pemerintahan / Pemprov Sulbar / Perkuat Promosi Kesehatan Digital, Tim Promkes Sulbar Ikuti Pengembangan WhatsApp Group “Ibu Pandai” Bersama Kemenkes RI

Perkuat Promosi Kesehatan Digital, Tim Promkes Sulbar Ikuti Pengembangan WhatsApp Group “Ibu Pandai” Bersama Kemenkes RI

Mamuju,Suwarta.id  – Tim Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat turut hadir dalam pertemuan pengembangan WhatsApp Group “Ibu Pandai” bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada Rabu 26 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi forum berbagi praktik baik dan inovasi pemanfaatan media digital sebagai sarana komunikasi, informasi dan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Pengembangan WhatsApp Group “Ibu Pandai” dinilai menjadi salah satu strategi sederhana namun potensial untuk memperluas jangkauan promosi kesehatan hingga ke tingkat masyarakat.

Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim terus mendorong penguatan upaya promotif dan preventif sebagai bagian penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Sulawesi Barat.

Upaya tersebut sejalan dengan visi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka yaitu Sulbar Maju dan Sejahtera, yang menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan kesehatan masyarakat sebagai bagian penting dalam mewujudkan masyarakat Sulawesi Barat yang lebih maju dan sejahtera.

Dalam pertemuan ini narasumber menyampaikan praktik baik dari Puskesmas Sosok, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, yang mengembangkan satu WhatsApp Group “Ibu Pandai” dengan menggabungkan masyarakat dari 11 desa. Model tersebut dinilai mampu mengatasi keterbatasan tenaga kesehatan dalam mengelola banyak grup komunikasi di tingkat desa.

Tiga Soal Dilafalkan Mulus, Fadhil Taswin Bawa Harapan Sulbar ke Final MTQ KORPRI

Melalui satu grup tingkat Puskesmas, informasi kesehatan dapat disampaikan secara lebih efektif, sementara masyarakat dari berbagai desa dapat saling berbagi pengalaman mengenai kesehatan keluarga dan anak. Bagi Tim Promosi Kesehatan Sulbar, praktik baik tersebut menjadi pembelajaran yang dapat dikaji untuk dikembangkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di Sulawesi Barat.

Pertemuan juga membahas tantangan dalam pencapaian cakupan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Tahun 2026. Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa kesenjangan cakupan masih cukup tinggi pada kelompok balita dan prasekolah serta bayi baru lahir. Sementara itu, cakupan pada anak usia sekolah relatif lebih baik karena pelayanan dilakukan dengan pendekatan mendatangi sekolah.

Hal ini menunjukkan bahwa strategi jemput bola menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Tim Promkes Sulbar melihat pendekatan tersebut dapat diperkuat melalui sinergi antara Puskesmas, Posyandu, kader kesehatan, sekolah, keluarga dan masyarakat.

Dalam rangkaian kegiatan, Kemenkes RI juga menyampaikan sejumlah prioritas materi edukasi kesehatan yang dapat disebarluaskan melalui media digital, antara lain CKG bayi baru lahir, CKG balita dan prasekolah, kesehatan gigi dan mulut, kesehatan jantung serta edukasi terkait kebakaran hutan dan lahan di wilayah yang rawan. Kementerian Kesehatan juga mendorong Dinas Kesehatan dan Puskesmas untuk aktif memanfaatkan berbagai materi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) yang disiapkan oleh pusat.

Melalui penguatan koordinasi dan kerja Tim Promosi Kesehatan, Kepala DKPPKB Sulbar mendorong agar inovasi yang dikembangkan tidak hanya menjadi kegiatan internal, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Akselerasi Opsen Pajak, UPTD Samsat Mamuju Inisiasi Samsat Keliling Masuk Desa

“Pemanfaatan media digital harus kita arahkan menjadi sarana edukasi yang dekat dengan masyarakat. Hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku kesehatan masyarakat,” demikian semangat yang menjadi bagian dari penguatan promosi kesehatan Sulawesi Barat.

Melalui kegiatan ini, Tim Promosi Kesehatan Sulbar berkomitmen untuk terus memperkuat inovasi komunikasi kesehatan, memperluas akses informasi dan edukasi, serta membangun kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan, Kabupaten dan Puskesmas.

Bagikan