Sulawesi Barat
Beranda / Dearah / Sulawesi Barat / Refleksi HMI ke 78, Arah Juang, HMI untuk Indonesia

Refleksi HMI ke 78, Arah Juang, HMI untuk Indonesia

Oleh: Ahmad Muslim

Sekretaris HMI Cabang Polewali Mandar periode 2021 – 2022

Suwarta.id, – Hari ini tanggal 5 februari 2025 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) genap berusia 78 Tahun. Sebagai organisasi mahasiswa yang tertua sekaligus terbesar tentu mengalami pasang surut pergerakan sesuai dengan tuntutan zamannya.

Didirikan di yogyakarta oleh Ayahanda Lafran Pane dan kawan – kawan pada masa revolusi fisik memiliki dua tujuan utama dan mulia, yakni meningkatkan martabat bangsa sekaligus syiar islam. Kedua tujuan tersebut dalam implementasinya terwujud sebagai sandaran perjuangan HMI tentang keislaman dan kebangsaan.

Cakrawala pemikiran keislaman dan keindonesiaan menjadikan HMI sebagai kelompok islam moderat. pada masa awal peletakan develomentalisme orde baru, gagasan tersebut dianggap cocok menjadi pemikiran poros tengah untuk mengimbangi kekuatan islam teokratik yang menghendaki negara islam dan mainstream kelompok kiri yang menginginkan negara totaliter.

DLHK Sulbar Perkuat Kelompok Perhutanan Sosial Lewat Pelatihan Assessment Konflik: Dorong Tata Kelola Hutan Berkelanjutan

Kemudian apa yang menimpa HMI saat ini adalah konsekuensi dari pertarungan wacana berorganisasi kader. Adanya persaingan antara mereka yang menggeluti wacana intelektual – kultural dengan mereka yang mengusung semangat politis – struktural. Yang Sebenarnya kedua entitas tersebut dapat disatukan dengan saling membantu untuk mewujudkan “Terbinananya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan islam dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang di ridohi Allah SWT.

Membangun spirit keislaman – keindonesiaan HMI merupakan suatu keniscayaan agar tetap menjadikan HMI sebagai harapan masyarakat indonesia. Kondisi kontemporer HMI tentu sulit kita mengatakan berjalan sesuai dengan relnya. Beban sejarah yang terlalu berat serta romantisme masa lalu para Rakanda harus mampu menyesuaikan dengan kondisi himpunan hari ini. Yang situasi dihadapinya sangat dinamis.

Rekonstruksi tradisi intelektual melalui kajian- kajian, diskusi, bedah buku dan kegiatan intelektual lainnya merupakan keharusan bagi kader HMI. Urusan eksternal Himpunan harus senantiasa menyentuh isu – isu kemasyarakatan. Takkala pentingnya juga mengembalikan HMI ke kampus, agar HMI Back to Campus tidak hanya sekedar slogan. Mengembalikan HMI kepada komunitasnya semula pada mahasiswa dan masyarakat. Ikhtiar mewujudkan HMI tetap sebagai harapan masyarakat indonesia.

#Selamat Dies Natalis Himpunan Mahasiswa Islam ke 78 tahun. Yakin Usaha Sampai.

#HMI untuk kedaulatan bangsa.

Kali Ketiga GPM Digelar, Bukti Pemkab Mateng Konsisten Bantu Warga Lewat Pangan Murah

#HMI untuk indonesia.(*)

Bagikan