Mamuju Tengah Pemerintahan Sulawesi Barat
Beranda / Dearah / Sulawesi Barat / Arsal Aras Berikan Kritikan Keres Kepada Perusahaan Sawit, Sebut Untung Besar Kontribusi Nol ke Daerah

Arsal Aras Berikan Kritikan Keres Kepada Perusahaan Sawit, Sebut Untung Besar Kontribusi Nol ke Daerah

Mateng, Suwarta.id – Bupati Mamuju Tengah (Mateng), Arsal Aras, melontarkan kritik keras terhadap perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di Bumi Lalla Tassisara.

Ia menilai perusahaan-perusahaan tersebut hanya meraup keuntungan besar tanpa memberikan kontribusi nyata kepada pemerintah daerah.

“Perusahaan-perusahaan ini datang mengambil keuntungan besar, tapi tidak ada kontribusi ke daerah. Nol rupiah,” ujarnya.

Kritikan itu disampaikan Bupati Arsal saat menjawab pandangan umum fraksi DPRD terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dan Ranperda Kelembagaan Daerah dalam rapat paripurna di ruang sidang DPRD, Kamis, 2 April 2026.

Bahkan, Kritik ini mencuat menyusul dugaan pencemaran Sungai Budong-Budong yang viral di media sosial beberapa hari lalu. Ia mengapresiasi langkah cepat DPRD yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama dinas terkait ke pabrik kelapa sawit PT Trinity, termasuk peninjauan di aliran sungai Desa Kire.

Jadi Narasumber Perlindungan Anak, Kapolda Sulbar Ajarkan Anak Berani Berkata “TIDAK” & Hindari Curhat di Medsos

“Siapa pun yang melanggar dan mencemari lingkungan harus ditindak tegas. Tidak ada perusahaan yang diistimewakan di Mamuju Tengah,” tegasnya.

Selaintu itu Bupati Arsal juga menyoroti ketimpangan kontribusi industri sawit terhadap daerah. Ia menyebut pemerintah daerah hanya menerima dampak negatif tanpa imbal balik yang sepadan.

Ia juga mengungkapkan, jika aktivitas industri sawit menghasilkan pajak besar seperti PPN dan PPh, termasuk dari pengangkutan TBS dan CPO, dengan nilai mencapai Rp200 hingga Rp300 miliar per tahun. Namun, seluruh penerimaan tersebut masuk ke kas negara.

“Uang ratusan miliar itu tidak kembali ke daerah. Yang kita terima justru kerusakan jalan dan persoalan lingkungan,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak adil karena daerah harus menanggung beban infrastruktur serta dampak ekologis dari aktivitas perusahaan.

Komisi II DPRD Sulbar Rapat Evaluasi Realisasi PAD dan Pelaksanaan Program APBD 2026 dengan OPD Mitra Kerja

“Harus diakui industri sawit membuka lapangan kerja, namun kontribusi terhadap pemerintah daerah minim,” ujarnya.

Selain itu, Arsal juga menyoroti pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang dinilai belum transparan dan minim koordinasi. Ia meminta seluruh perusahaan melaporkan rencana CSR sebelum dilaksanakan.

Ia mencontohkan adanya perusahaan yang melakukan perbaikan jalan di Pasar Lama, Desa Topoyo tanpa koordinasi dengan pemerintah daerah.

“Kami apresiasi, tapi harus ada koordinasi agar tidak tumpang tindih dan bisa diarahkan ke program prioritas seperti penanganan kemiskinan ekstrem dan stunting,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Arsal memastikan pemerintah daerah akan bersikap tegas terhadap pelanggaran lingkungan maupun perusahaan yang mengabaikan tanggung jawab sosialnya.

Forum Anak Sulbar Resmi Dikukuhkan, Siap Kawal Hak dan Tumbuh Kembang Anak

“Kalau melanggar, harus ditindak keras,” pungkasnya. (***)

Populer

01

Penggunaan Nama Sulselbar Tidak Lagi Relevan, BADKO HMI Sulawesi Barat Telah Resmi Terbentuk

02

Pelaku Penganiayaan Berkeliaran, IPPMN Desak Polres Pelaku Ditangkap

03

Masyarakat Tutar Marah: Sampah Kota Dibawa ke Tutar, HMI Polman Minta Bupati Jangan Mainkan Masyarakat

04

PENGUMUMAN SELEKSI ADMINISTRASI CALON KI SULBAR PERIODE 2024-2028

Juni 2026
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Bagikan