Sulawesi Barat
Beranda / Dearah / Sulawesi Barat / ASN Sulbar Siap Naik Level: Belajar AI Biar Kerja Nggak Ribet!

ASN Sulbar Siap Naik Level: Belajar AI Biar Kerja Nggak Ribet!

Suwarta.id, Mamuju – Zaman makin canggih, masa ASN masih kerja pakai cara lama? Nah, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Barat punya jawabannya. Lewat webinar seru bertema “Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) pada Instansi Pemerintah”, para ASN diajak buat melek teknologi biar kerjaan makin cepat, efisien, dan tentu aja nggak ribet!, 28 Mei 2025.

Hal ini, sesuai visi misi Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Sulbar Mayjen (Purn) Salim S Mengga yakni Maju dan Sejahtera termasuk menuju ASN yang profesional.

Acara ini digelar pada Rabu, 28 Mei 2025, dan langsung dibuka oleh Kepala BPSDM Sulbar, Dr. H. Farid Wajdi, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan betapa pentingnya peran ASN di era digital ini.

“ASN itu seperti superhero. Mereka punya tanggung jawab besar dalam menjalankan kebijakan, memberikan pelayanan ke masyarakat, dan menjaga persatuan bangsa. Karena itu, kita perlu adaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk teknologi AI,” ujar Pak Farid penuh semangat.

DLHK Sulbar Perkuat Kelompok Perhutanan Sosial Lewat Pelatihan Assessment Konflik: Dorong Tata Kelola Hutan Berkelanjutan

AI Itu Bukan Ancaman, Tapi Peluang

Menurut beliau, AI bukan sesuatu yang harus ditakuti, tapi justru peluang besar yang harus dimanfaatkan. Dengan AI, pekerjaan bisa jadi lebih ringan, cepat, dan akurat.

“Kalau bisa dikerjakan dalam lima menit pakai AI, ngapain dikerjain manual berjam-jam?” katanya sambil tersenyum.

Webinar ini menghadirkan dua narasumber kece yang udah kenyang pengalaman di dunia teknologi dan pendidikan.

Serius Tapi Asik Bareng Pak Burhanuddin

Kali Ketiga GPM Digelar, Bukti Pemkab Mateng Konsisten Bantu Warga Lewat Pangan Murah

Burhanuddin, S.Pd., M.Pd., yang merupakan Tim Ahli Bidang Pendidikan dan Teknologi Informasi Provinsi Sulbar, tampil pertama membahas fondasi penting dari teknologi AI. Beliau menjelaskan mulai dari sejarah perkembangan AI, jenis-jenis AI, sampai penerapan konkretnya di instansi pemerintah. Ia menekankan bahwa AI nggak cuma buat startup atau perusahaan teknologi besar aja—pemerintahan juga bisa (dan harus!) memanfaatkannya.

“Contohnya, untuk analisis data kepegawaian, perencanaan program kerja berbasis prediksi, hingga monitoring kinerja—AI bisa bantu semua itu jadi lebih efisien,” ujar Pak Burhanuddin. Ia juga menyampaikan pentingnya pelatihan lanjutan agar ASN tidak hanya tahu, tapi juga paham dan bisa mengimplementasikan AI dalam pekerjaan sehari-hari.

Gaya Santai Tapi Nendang dari Bang Mihram Sesi kedua makin hidup waktu giliran Bang Mihram, Ketua Relawan TIK Sulawesi Barat. Gaya penyampaian yang santai tapi langsung ke inti bikin peserta makin antusias. “Jangan cuma jadi pengguna teknologi, tapi juga harus bisa manfaatin semaksimal mungkin!” tegas Bang Mihram.

Ia berbagi banyak contoh praktis, kayak bikin notulen rapat otomatis pakai AI, bikin dokumen pakai template cerdas, sampai pakai ChatGPT buat bantu nyusun laporan. Nggak cuma itu, Bang Mihram juga ngasih bocoran tools gratisan yang bisa dipakai ASN buat mempermudah kerja, plus tips & trik bikin prompt biar hasil dari AI sesuai kebutuhan.

“Yang penting bukan alatnya, tapi cara kita makainya. Teknologi bisa bantu, asal kita tahu triknya,” ujarnya.

ESDM Sulbar Godok Formula IPERA: Upaya Tertibkan Tambang Rakyat dan Dongkrak Ekonomi

Harapan Besar untuk Masa Depan Digital Sulbar menjelang penutupan, Bang Mihram berharap Pemprov Sulbar terus mendorong kegiatan seperti ini. Ia juga menyarankan agar ke depan ada kolaborasi lebih erat antara pemerintah dan akademisi untuk membangun layanan publik berbasis teknologi, khususnya AI.

Sementara itu, Pak Farid menutup acara dengan pesan inspiratif: “Jangan cuma puas ikut webinar. Ilmu yang didapat hari ini harus langsung dipraktikkan di lapangan. Kita semua punya tanggung jawab untuk bikin pelayanan publik di Sulbar makin keren dan berbasis teknologi!”

Beliau juga menekankan bahwa transformasi digital itu bukan pilihan, tapi kebutuhan. “Semoga ini jadi awal dari langkah besar menuju Sulawesi Barat yang lebih maju, cerdas, dan inovatif,” tutupnya.(hh)

Bagikan