Mamasa
Beranda / Dearah / Mamasa / Buntut Siltap Tak Dibayar 10 Bulan, Aparat Desa Ancam Segel Kantor Keuangan, Elias: Evaluasi Kaban Keuangan

Buntut Siltap Tak Dibayar 10 Bulan, Aparat Desa Ancam Segel Kantor Keuangan, Elias: Evaluasi Kaban Keuangan

Suwarta.id, MAMASA_ Ratusan Aparat Desa, di Kabupaten Mamasa, Sulawesi barat( Sulbar), akan melakukan penyegelan Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah( BPKD) pada pekan depan mendatang.

Hal itu dilakukan para aparat desa lantaran gaji mereka belum dibayarkan BPKD Mamasa, selama 10 bulan lamanya.

“Sesudah natal, kami pastikan akan segel kantor yang di pimpin Hery Kurniawan,” Ujar Elias Ketua PPDI Mamasa, Selasa 24/12/24.

Ia menyayangkan langkah yang dilakukan BPKD Mamasa, yang tak memperhatikan nasib para aparat desa.

“Kami tidak diperhatikan, mungkin aksi besar-besaran baru bisa di perhatikan. Contoh guru-guru sesudah demo baru dibayar haknya,” Katanya lagi.

Hadiri Rapat Teknis Pembahasan Penilaian Jamsostek Awar, Karo Pemkesra: Sinergi Antar Instansi Menjadi Kunci

Elias berharap, Bupati Mamasa, kedepan bisa mengganti Kaban Keuangan Mamasa, langkah itu lanjut dia, supaya pelayanan bisa maksimal.

“Harus ditekan ini Bupati kedepan, supaya evaluasi Kaban keuangan. Sebab mau-maunya dia soal pencairan,” Tegas Elias.

Sementara informasi yang dihimpun wartawan media ini, pihak BPKD Mamasa menerbitkan SP2D dengan sembunyi-sembunyi.

“Banyak yang sembunyi-sembunyi ke Kasda Pak. Saya curiga ini pencairan di pilih-pilih oleh Keuangan,” Ujar salah satu kontraktor yang di jumpai di Kantor BPKD Mamasa.

Hery Kurniawan yang berulang kali di konfirmasi enggan merespon soal desas desus Keuangan di Mamasa.(hh)

Pemprov Sulbar Beri Dispensasi ASN Antar Anak ke Sekolah, Senin 13 Juli Tahun Ajaran Baru Dimulai

Bagikan