Parlemen
Beranda / Parlemen / DPRD dan Pemprov Sulbar Kaji Realisasi Anggaran 2025, Biro Hukum Jabarkan Kendala dan Capaian

DPRD dan Pemprov Sulbar Kaji Realisasi Anggaran 2025, Biro Hukum Jabarkan Kendala dan Capaian

Mamuju, Suwarta.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) bersama DPRD Sulbar menggelar Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025, yang berlangsung di ruang Rapat Komisi I DPRD Sulbar, Rabu (28/01/2026).

Rapat ini dihadiri oleh unsur Komisi I DPRD Sulbar, perangkat daerah terkait, serta jajaran Biro Hukum Setda Provinsi Sulbar.

Kegiatan ini sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel, serta mewujudkan pelayanan dasar yang berkualitas, sebagaimana Panca Daya ke-5 Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (JSM).

Dalam rapat, Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Sulbar, Suhendra memaparkan capaian dan realisasi kinerja dan anggaran Tahun Anggaran 2025, sekaligus menguraikan sejumlah permasalahan dan isu strategis yang menjadi kendala dalam pelaksanaannya.

“Salah satu faktor utama yang memengaruhi optimalisasi serapan anggaran adalah kebijakan refocusing anggaran, yang menyebabkan beberapa program dan kegiatan tidak dapat dilaksanakan secara maksimal. Selain itu, dinamika pelaksanaan bantuan hukum litigasi dan nonlitigasi dalam rangka pemberian bantuan hukum, yang memerlukan penyesuaian baik dari sisi anggaran maupun sumber daya,” ujar Suhendra.

Hari Pertama MTQ KORPRI Nasional, Marhamah Hasan Buka Perjuangan Sulbar di Cabang Tartil

Melalui forum monev ini, Anggota Komisi I DPRD Sulbar memberikan sejumlah masukan konstruktif agar ke depan pelaksanaan anggaran dapat lebih efektif, akuntabel, dan tepat sasaran.

Rapat juga menyoroti peran strategis Biro Hukum Setda Provinsi Sulbar dalam menjalankan fungsi fasilitasi produk hukum, baik terhadap produk hukum kabupaten/kota maupun produk hukum Provinsi Sulbar yang saat ini masih dalam proses evaluasi dan fasilitasi di Kementerian Dalam Negeri. Koordinasi lintas sektor dinilai penting guna memastikan percepatan penyelesaian produk hukum yang berkualitas dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Rapat Monev APBD ini diharapkan dapat menjadi instrumen evaluatif dan korektif dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, sehingga setiap kebijakan dan penggunaan anggaran benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sulbar. (Rls/adv)

Populer

01

Penggunaan Nama Sulselbar Tidak Lagi Relevan, BADKO HMI Sulawesi Barat Telah Resmi Terbentuk

02

Pelaku Penganiayaan Berkeliaran, IPPMN Desak Polres Pelaku Ditangkap

03

Masyarakat Tutar Marah: Sampah Kota Dibawa ke Tutar, HMI Polman Minta Bupati Jangan Mainkan Masyarakat

04

Profil Al Gazali, Konsultan Politik WS HADIR Tumbangkan Survei Nasional di Mamasa 

September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Bagikan