Suwarta.id, MAMASA_ Gerakan Aktivis Mamasa( Geram), mendesak aparat penegak hukum( APH), untuk memeriksa Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Mamasa, Abdul Samad.
Pernyataan itu disampaikan salah satu aktivis Mamasa, Stenly Gideon Buntu Kareang, Sabtu, 21/12/24 malam.
Stenly mengatakan, bahwa langkah yang dilakukan Dinas PMD Mamasa, dengan melakukan Study tiru di Bantaeng Sulawesi Selatan (Sulsel) beberapa waktu lalu, pemborosan anggaran.
“Ini pemborosan anggaran, dengan mengajak kades-kades mengikuti kegiatan Study tiru,” Katanya.
Diungkapkan Stenly, jumlah anggaran dana desa yang dipakai sangat banyak.
“Kades membayar 4,5 juta per orang, untuk mengikuti kegiatan Study tiru, kalau ditotalkan lebih 700 juta rupiah. Ini anggaran sangat pantastik,” Ungkapnya.
Karenanya, Stenly, berharap kepada aparat penegak hukum( APH) untuk memeriksa Abdul Samad, selaku Kadis PMD.
“Saya meminta kepada aparat penegak hukum. Dalam hal ini Polres Mamasa dan Kejaksaan Negeri Mamasa untuk segera memeriksa Dinas PMD Mamasa,” Harap Stenly Gideon.
Dijelaskan Stenly, bahwa pekan depan akan melakukan aksi unjuk rasa sebagai bentuk keseriusannya untuk mendesak APH memeriksa Abdul Samad.
“Senin kami akan unjuk rasa bersama teman-teman Gerakan Aktivis Mamasa. Surat pemberitahuan akan segera masuk di Polres Mamasa,” Tandasnya.
Kepala Dinas PMD Mamasa, Abdul Samad, yang dikonfirmasi berulang kali lewat telepon whatsapnya tidak bisa tersambung.(hh)




