Mamuju,Suwarta.id – Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) menghadiri Konsolidasi Akbar sekaligus pelantikan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulbar periode 2026-2028.
Kegiatan yang dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Cabang (PC) PMII Mamuju itu berlangsung di Ballroom Maleo Hotel, Mamuju, Minggu 9 Agustus 2026.
SDK yang juga Ketua Ikatan Alumni PMII Sulbar berpesan kepada kader PMII agar memegang teguh ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
“Ber-PMII itu adalah memegang teguh ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja),” kata SDK.
Di hadapan kader PMII, Suhardi Duka menyampaikan empat pesan yang menurutnya penting dipegang dalam kehidupan, salah satunya menjaga hubungan dengan Tuhan.
Dia mengingatkan kader agar tetap berpegang pada ajaran agama dalam menjalani kehidupan, baik ketika berada dalam kondisi senang maupun menghadapi kesulitan.
Pesan berikutnya berkaitan dengan penghormatan kepada orang tua. Menurut SDK, seorang anak tidak sepatutnya meninggikan suara kepada orang tua yang telah melahirkan dan membesarkannya.
“Yang kedua jangan kau lawan orang tuamu. Tidak bisa lawan orang tua yang melahirkan kita,” katanya.
Pesan serupa disampaikan Suhardi terkait hubungan murid dengan guru. Dia mengatakan guru memiliki peran dalam membekali seseorang dengan pengetahuan, etika, moral dan bekal kehidupan.
“Yang ketiga jangan kau lawan gurumu. Karena gurulah yang akan menerangi perjalanan hidupmu,” ujarnya.
Sementara untuk poin keempat, SDK meminta kader tidak melawan penguasa yang bijak.
Di sisi lain, SDK mengatakan PMII memiliki posisi penting sebagai wadah mahasiswa Islam sekaligus organisasi pergerakan. Menurutnya, kader PMII tidak hanya dituntut menjadi kader bangsa, tetapi juga menjalankan fungsi kontrol sosial.
“Kalau ada hal-hal yang bagus di pemerintah pasti dia support. Tapi kalau ada hal-hal yang di luar dari kepentingan publik, tentu dia kritisi dan itu kita harus terima sebagai pemimpin,” katanya.
Suhardi Duka menyebut kritik dari organisasi mahasiswa merupakan bagian penting dalam menjalankan pemerintahan. Karena itu, dia meminta kader PMII tidak ragu menyampaikan persoalan yang dianggap perlu diperbaiki.
“Jadi kalau ada hal yang miring, datang ke saya, kita dialog, supaya pemahamannya kita satu,” ujarnya.
Menurut SDK, dialog dapat menjadi ruang untuk menyamakan pemahaman sebelum persoalan berkembang menjadi aksi di lapangan.
“Kalau ternyata kita sepakati perbaikan perubahan tidak dilakukan demo dia ya gitu,” pungkasnya. (Rls)




