Suwarta.id, Polewali Mandar – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Polewali Mandar mendesak Bupati dan Dinas Perdagangan Kabupaten Polewali Mandar untuk segera mencopot Kepala Pasar Pekkabata. Desakan ini muncul menyusul pemecatan empat tenaga kebersihan pasar yang sebelumnya menuntut hak mereka atas gaji yang belum dibayarkan selama dua bulan.
Kabid PTKP HMI Cabang Polewali Mandar, Yusril, menyatakan bahwa pemecatan tersebut tidak manusiawi dan mencerminkan penyalahgunaan wewenang. “Kepala pasar bukanlah pemilik pasar. Ia hanya ditugaskan untuk mengelola, bukan sewenang-wenang memberhentikan pekerja hanya karena menuntut haknya,” tegasnya, Senin (20/05).
Menurut informasi yang dihimpun, keempat tenaga kebersihan tersebut melakukan mogok kerja sebagai bentuk protes permintaan gaji dua bulan yang tidak terbayarkan. Mereka mengajukan protes secara baik-baik, namun justru diberhentikan tanpa prosedur yang jelas.
HMI menilai tindakan ini sebagai bentuk ketidakadilan yang harus segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah. “Kami meminta Bupati dan Dinas terkait untuk turun tangan. Copot kepala pasar, usut tuntas pelanggaran ini, dan kembalikan hak-hak pekerja,” tambahnya.
Masyarakat sekitar pasar juga mengaku prihatin dengan kejadian ini, mengingat peran penting tenaga kebersihan dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan Pasar Pekkabata sebagai pusat aktivitas ekonomi. Sekali lagi kami tegaskan, kami akan mengawal kasus ini sampai Pemerintah daerah turun tangan. Bila tidak diatensi, kami akan turun aksi.(hh)




