Mamuju Tengah
Beranda / Dearah / Mamuju Tengah / Ketua LM-Mateng: Kita Tolak Keras Rencana Aktivitas Tambang yang Ada di Karossa

Ketua LM-Mateng: Kita Tolak Keras Rencana Aktivitas Tambang yang Ada di Karossa

Suwarta.id, Mamuju – Dengan adanya beberapa aduan masyarakat terkait dengan rencana aktivitas tambang PT ALAM SUMBER REZEKI yang akan beroprasi di dusun Karossa Pantai dan dusun Kayu Calla secara tidak langsung mengundang ke khawatiran masyarat atas dampak lingkungan tambang pasir tersebut.

Sehingga masyarakat setempat sepakat untuk sama – sama menolak rencana aktivitas tambang tersebut yang di anggap berpotensi merusak kawasan pantai dan mengakibatkan abrasi yang semakin berlanjut di wilayah mereka.

Hal ini, disampaikan Ketua Lingkar Mahasiswa Mateng Ahmad Firdaus, dirinya mengatakan bahwa bukan hanya dampak juga sosialisasi ke masyarakat terkait dengan rencana aktivitas tambang tersebut tidak pernah di lakukan sama sekali untuk sama sama mengkaji analisis dampak lingkungan tambang tersebut.

“Kemudian tambang tersebut juga diduga tidak memiliki izin sehingga masyarakat setempat menduga bahwa tambang tersebut di beking oleh pemerintah dalam hal ini Dinias Esdm Provinsi sulawesi barat,” ungkapnya.

Masyarakat pun juga menyampaikan bahwa jauh sebelum aktivitas tambang tersebut beroprasi mereka sudah sangat khawatir dengan Abrasi pantai yang semakin berlanjut di wilayah mereka.

Sat Samapta Polres Mateng Pastikan Turnamen Sepak Bola Tabolang Berjalan Aman

“Apalagi sekarang di tambah dengan adanya rencana aktivitas tambang tersebut yang mereka anggap berpotensi merusak wilayah mereka,” ujarnya.

Untuk itu dengan adanya pristiwa tersebut dirinya menyampaikan kepada Pemerintah Dinas Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulbar Dan Dirkrimsus Polda Sulbar untuk segera mengkroscek dan melakukan penyelidikan terkait dengan adanya aktivitas tambang tersebut yang di duga tidak memiliki izin dan berpotensi merusak ekosistem laut.

“Apabila hal tersebut tidak di tindaki sesuai dengan aturan yang ada maka saya pastikan akan melakukan aksi unjuk rasa sebagai bentuk perlawanan kami terhadap pemerintah (ESDM) dan Aparat Penegak hukum (APH),” tandasnya.(hh)

Bagikan