Mamuju Tengah Pemerintahan Sulawesi Barat
Beranda / Dearah / Sulawesi Barat / Miris 31 KK Miliki Balita di Desa Kombiling  Hidup Tampa Fasilitas MCK

Miris 31 KK Miliki Balita di Desa Kombiling  Hidup Tampa Fasilitas MCK

Mateng, Suwarta.id – Miris 31 Kepala Keluarga (KK), di desa Kombiling, Kecamatan Pangale, Mamuju Tengah belum memiliki fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK)

Ironisnya ke 31 Kepala keluarga (KK) diatas ternyata memiliki belita, dengan kondisi ini tentu rentang memicu terjadinya Stunting dan beberapa penyakit lainnya dikarenakan lingkungan yang kurang higienis.

Kepada redaksi, Sekertaris Desa (Sekdes) Kombiling Malkam membenarkan hal tersebut, jika puluhan warganya yang memiliki balita itu belum memiliki fasilitas MCK.

” Betul Pak, sesuai data yang kami pegang ada sekitar 31 KK di Kombiling yang  memiliki balita belum punya fasilitas MCK,”ungkap, saat di hubungi siang tadi, Selasa, (14/5/2026).

Ia mengatakan, dengan kondisi ini membuat warganya yang belum memiliki fasilitas MCK harus berjuang seketika ingin buang air besar dengan menumpang di keluarga atau ketetangga terdekatnya.

Cegah Lakalantas di Kalangan Pelajar, Ditlantas Polda Sulbar Bersama Disdik Bahas Pembentukan Sekolah Pelopor Keselamatan

” Ya selama ini, untuk  warga kami yang belumm memiliki MCK itu numpang di keluarga atau tetangganya,” jelasnya.

Malkam menambahkan jika sebelunya  memang di desa Kombiling pernah mendapat bantuan 30 MCK dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik. Namun sampai saat ini masih ada warganya yang belum memiliki sanitisai.

“Jujur pak sebenarnya masih ada beberapa  warga kami yang belum memiliki MCK,” bebernya.

Olehnya Malkan berharap ada bantuan dan  dukungan dari pemerintah daerah, Provinsi maupun pusat berupa  bantuan MCK, terutama untuk warganya yang memiliki balita, karena tampa fasilitas MCK tentu anak-anaknya terutama yang balita itu rentang memicu terjadinya stunting dan penyakit lainnya, dikarenakan lingkungannya tak mendukung.

“Harapan kami pak,  ada bantu Fasilitas MCK terutama untuk warga kami yang punya balita yang rentang terkena Stunting dan penyakit lain,” tutupnya.” (***)

Layanan Informasi Publik Pemprov Sulbar Raih Predikat “Baik”

Bagikan