Nasional
Beranda / Nasional / Rakyat Desak Presiden Tegas: Bongkar Aktor Intelektual di Balik Ricuh

Rakyat Desak Presiden Tegas: Bongkar Aktor Intelektual di Balik Ricuh

Suwarta.id, Jakarta – Tragedi tewasnya seorang driver ojek online akibat tertabrak kendaraan taktis Brimob dalam aksi unjuk rasa bukan sekadar peristiwa memilukan, tetapi juga sebuah tamparan keras bagi bangsa ini. Kejadian tersebut membuka kembali luka lama: kebijakan negara yang kerap tidak berpihak pada rakyat, pejabat yang sibuk memperkaya diri, serta aparat yang dijadikan tameng untuk membungkam aspirasi.

Kemarahan rakyat yang meluap adalah akumulasi dari rasa terpinggirkan dan dikhianati. Mereka merasa suara hati tidak pernah didengar, sementara keputusan-keputusan penting kerap diambil tanpa melibatkan kepentingan masyarakat luas. Di sisi lain, aparat yang semestinya menjadi pelindung rakyat justru ditempatkan berhadap-hadapan dengan saudara sebangsa, hingga menimbulkan benturan dan korban jiwa. Pertikaian ini tidak seharusnya terjadi, karena pada hakikatnya rakyat dan aparat adalah satu tubuh bangsa yang sama.

Di balik kegaduhan jalanan, kita tidak boleh menutup mata bahwa ada pihak-pihak yang sengaja memainkan peran sebagai aktor intelektual. Mereka bersembunyi di balik jabatan dan kepentingan politik sempit, memprovokasi, serta mengail di air keruh demi kekuasaan dan keuntungan pribadi. Di sinilah pentingnya tuntunan dari pemimpin tertinggi bangsa.

Sebagai kepala negara sekaligus panglima tertinggi, Presiden Prabowo diharapkan bertindak tegas, menghadirkan keadilan, dan mengusut tuntas siapa saja yang menjadi otak di balik demonstrasi anarkis. Ketegasan itu bukan sekadar untuk menenangkan situasi, melainkan juga untuk memberi tuntunan moral dan politik bahwa negara berdiri bersama rakyat, bukan melawan rakyat.

“Kami di pinggiran sudah muak jadi korban. Rakyat kecil selalu dipaksa menanggung beban, sementara elit yang korup bersembunyi di balik kursi empuk. Kami menuntut Presiden Prabowo turun tangan langsung, tegas, dan berani membongkar siapa dalang sebenarnya di balik kerusuhan ini,” tegas Dayat, warga masyarakat pinggiran.

SMSI  Gandeng ABPEDNAS, Dorong Publikasi Program Strategis Desa

Kita tidak boleh terus-menerus diadu domba. Persaudaraan bangsa ini harus lebih kuat daripada kepentingan sesaat para elit. Perdamaian bukan berarti tunduk, melainkan keberanian untuk menegakkan kebenaran tanpa harus saling melukai.

Indonesia tidak akan pernah selamat jika rakyat dan aparat terus berhadapan. Indonesia hanya akan kuat jika kita bersatu, saling menguatkan, dan menolak segala bentuk adu domba yang merusak persaudaraan.(hh)

Populer

01

Penggunaan Nama Sulselbar Tidak Lagi Relevan, BADKO HMI Sulawesi Barat Telah Resmi Terbentuk

02

Pelaku Penganiayaan Berkeliaran, IPPMN Desak Polres Pelaku Ditangkap

03

Masyarakat Tutar Marah: Sampah Kota Dibawa ke Tutar, HMI Polman Minta Bupati Jangan Mainkan Masyarakat

04

PENGUMUMAN SELEKSI ADMINISTRASI CALON KI SULBAR PERIODE 2024-2028

Juni 2026
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Bagikan