Mamuju Tengah Sulawesi Barat
Beranda / Dearah / Sulawesi Barat / Ratusan Masyarakat Pesisir Budong-Budong Gelar Aksi Unjuk Rasa Tolak Tambang

Ratusan Masyarakat Pesisir Budong-Budong Gelar Aksi Unjuk Rasa Tolak Tambang

Mateng, Suwarta.id – Aliansi Masyarakat Pesisir Budong-Budong Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, (Mateng) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Desa Budong-Budong . Jum’at (29/11/2024).

Unjuk rasa yang di mulai sekitar pukul 15.00 Wita yang di ikuti ratusan warga Budong-Bidong dilakukan sebagai bentuk perlawan dan penolakan keras terhadap rencana operasional tambang batuan yang akan dilakukan oleh PT. Yakusa Tolelo Nusantara di wilayah sungai Budong-Budong.

Terlihat pula warga membawa spanduk yang bertuliskan “Aliansi Masyarakat Pesisir Menolak Keras Tambang Batuan yang Akan Beroperasi di Sungai Budong-Budong” serta #TolakTambang dan #CabutIzinTambang.

Aksi ini dipimpin oleh Hadi Maulana selaku Koordinator Lapangan (Korlap) ia menyampaikan berbagai tuntutan kepada pihak pemerintah dan perusahaan tambang.

Dalam orasinya, Hadi Maulana menegaskan, “Ketika aparat desa memaksa untuk memasukkan tambang ke desa kami, maka kami akan siap menolak terus tambang yang masuk di desa kami. Kami juga wajib mempertanyakan kinerja kepala desa selama menjabat,” ujar Hadi di depan massa.

Askary Mengajak Seluruh Masyarakat Mengimplementasikan Nilai -Nilai Luhur Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Selain Hadi Maulana, sejumlah tokoh lainnya juga turut menyampaikan orasi, Yuda, seorang pendamping masyarakat desa Budong-Budong, mengungkapkan, “Kami akan terus mendukung masyarakat desa Budong-Budong untuk menolak tambang yang masuk di daerah kami, Karena tambang yang akan masuk tentu merusak daerah ini, terutama di Muara Budong-Budong yang memiliki nilai sejarah yang sangat penting.” tegasnya.

Sama halnya Aco Mulyadi, salah satu peserta juga memberikan dukungannya dengan menyatakan, “desa Budong-Budong ini adalah desa yang penuh dengan sejarah. Kami akan terus mengawal penolakan tambang yang akan merusak warisan sejarah kami.”

Sementara itu, Kepala Desa Budong-Budong, Badaruddin Natsir, memberikan tanggapan terhadap tuntutan yang disampaikan oleh para pengunjuk rasa. “Unjuk rasa ini bukan kali pertama, ini sudah yang ketiga kalinya. Saya sudah menyurat ke PT. Yakusa Tolelo Nusantara bahwa masyarakat Desa Budong-Budong menolak tambang yang akan masuk. Jika memang tambang ini merusak daerah kami, saya siap menolak keras tambang di daerah ini,” ujar Badaruddin Natsir.

Sebagai bentuk komitmen, Kepala desa Budong-Budong menandatangani surat pernyataan penolakan terhadap rencana tambang setelah desakan kuat dari massa aksi. Surat tersebut ditandatangani pada pukul 15.25 Wita.

Aksi unjuk rasa ini berlangsung hingga sekitar pukul 15.45 WITA dengan situasi yang aman dan kondusif. Massa kemudian membubarkan diri setelah mendapat respon dari Kepala Desa yang mendukung penolakan terhadap tambang. (Rls)

Peringatan Hari Lahir Pancasila di Polda Sulbar, Gubernur: Jadikan Pancasila Ideologi yang Hidup

Populer

01

Penggunaan Nama Sulselbar Tidak Lagi Relevan, BADKO HMI Sulawesi Barat Telah Resmi Terbentuk

02

Pelaku Penganiayaan Berkeliaran, IPPMN Desak Polres Pelaku Ditangkap

03

Masyarakat Tutar Marah: Sampah Kota Dibawa ke Tutar, HMI Polman Minta Bupati Jangan Mainkan Masyarakat

04

PENGUMUMAN SELEKSI ADMINISTRASI CALON KI SULBAR PERIODE 2024-2028

Juni 2026
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Bagikan