Suwarta.id, Polewali Mandar – Desa Banato Rejo, Kecamatan Tapango, menjadi saksi semangat kebersamaan masyarakat dalam kegiatan gotong royong yang digelar pada hari ini. Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen, termasuk warga setempat, mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN), serta anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Irfan Pahri Putra, S.I.Kom., yang juga menjabat sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Polewali Mandar.
Sejak pagi, aula desa yang bercat hijau terang mulai dipenuhi warga yang datang dengan antusias. Mereka bergotong royong membersihkan lingkungan, memperbaiki fasilitas umum, dan merapikan area desa. Wajah-wajah ceria dan senyuman yang terpancar menggambarkan semangat yang tinggi dalam setiap kegiatan.
Irfan Pahri Putra, dalam kunjungannya, tak hanya hadir sebagai tamu, tetapi juga turun langsung membantu warga. Kehadiran seorang anggota DPRD di tengah masyarakat ini menjadi dorongan moril bagi warga untuk terus menjaga nilai kebersamaan. Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara masyarakat dan pemerintah untuk menciptakan perubahan positif di tingkat desa.
“Gotong royong seperti ini adalah wujud nyata dari semangat kebersamaan yang menjadi budaya kita. Pemerintah dan masyarakat harus terus berjalan beriringan dalam membangun desa,” ujar Irfan di sela-sela kegiatan.
Mahasiswa Unsulbar yang berpartisipasi juga memberikan kontribusi signifikan. Selain terlibat dalam kegiatan fisik, mereka menyempatkan diri memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah. Peran mereka menjadi inspirasi bagi masyarakat setempat, khususnya generasi muda.
Kegiatan gotong royong ini tak hanya memberikan hasil nyata berupa lingkungan yang bersih dan rapi, tetapi juga memperkuat hubungan sosial di antara warga. Nilai kebersamaan yang tercermin menjadi pengingat akan pentingnya menjaga semangat gotong royong sebagai warisan budaya bangsa.
Dengan semangat kolaborasi seperti ini, Desa Banato Rejo diharapkan dapat terus menjadi contoh positif bagi desa-desa lain, tidak hanya di Polewali Mandar tetapi juga di Sulawesi Barat secara keseluruhan.(hh)




