Sulawesi Barat
Beranda / Dearah / Sulawesi Barat / Siap Tembus Pasar Ekspor, Badan Karantina Indonesia Dukung Penuh Durian Sulbar Go Internasional

Siap Tembus Pasar Ekspor, Badan Karantina Indonesia Dukung Penuh Durian Sulbar Go Internasional

Suwarta.id, Sulbar – Peluang ekspor Buah Durian Provinsi Sulawesi Barat sangat menjanjikan. Sejauh ini produksi buah durian Sulawesi Barat masih memenuhi pasokan permintaan Daerah Sulawesi Kalimantan dan Jawa. Namun jika melihat potensi luasan areal dan produksi buah membuka peluang ekspor ke Mancanegara.

Hal ini terungkap dalam Kunjungan Kerja Direktur Tindakan Karantina Badan Karantina Indonesia, Bapak Abdul Rahman di Kebun Raya Bulo Polewali Mandar.

Kebun Raya Bulo yang dikelola secara korporasi ini memiliki luas areal pertanaman durian montong dan musang king mencapai 500 hektar dengan produksi buah dapat mencapai ratusan ton per tahun. Kebun Raya Bulo yang telah mendapat Sertifikat GAP dari Kementerian Pertanian dan pendampingan dari berbagai Kementerian sehingga memiliki kesiapan ekspor.

“Untuk menembus pasar Ekspor tentunya dengan pemenuhan protokol dan persyaratan ekspor di negara tujuan. Karantina Indonesia senantiasa memberikan dukungan dan pendampingan agar dapat diterima di Negara tujuan.” Ungkap Abdul Rahman, Direktur Tindakan Karantina.

Lebih lanjut Direktur Tindakan Karantina menambahkan bahwa sampai sejauh ini permintaan buah durian di mancanegara sangat meningkat. China salah satu peminatnya. Peluang ini harus kita manfaatkan sehingga produksi Durian dapat meningkatkan pendapatan petaninya. Pemenuhan syarat Kualitas Kuntitas dan Kontunuitas harus menjadi perhatian.

Bersama Anak Yatim, Jadi Sarana Utama Polda Sulbar Jaga Keamanan Melalui Keberkahan Doa

Dalam kunjungan kerja tersebut, juga terungkap kendala dan hambatan ekspor yang selama ini dihadapi, salah satunya belum tersedia Tempat Packing House dan akses pasar ekspor langsung dari Sulawesi Barat.

“Selama beberapa tahun ini produksi Durian Montong di Kebun Raya Bulo di kirim ke Parigi Sulteng yang merupakan suplai kebutuhan ekspor ke China. Namun jika Kebun Raya Bulo mampu secara mandiri melalukan ekspor langsung ke Mancanegara tentunya akan sangat baik” ungkap Edy, Pengelola Kebun Raya Bulo.

Lebih lanjut Edy mengungkapkan apresiasi dan berharap dukungan penuh dari Karantina dan Pemerintah setempat sehingga dapat dimaksimalkan peluang ekspor ini. Tentunya berbagai pemenuhan dan peningkatan akan terus diupayakan.

Menutup pertemuan Direktur Tindakan Karantina mengungkapkan bahwa peluang ekspor Durian Sulbar ini harus menjadi prioritas dan sinergitas antar stakeholder terkait seperti Sarana Transportasi, Pelabuhan Ekspor, Perijinan, Bea Cukai dan Kekarantinaan.(hh)

Kedekatan Polantas Polda Sulbar dengan Masyarakat, Jadikan Suasana Malam Hari Lebih Nyaman dan Aman

Bagikan