Mamuju Tengah Sulawesi Barat
Beranda / Dearah / Sulawesi Barat / Sungai Budong-Budong Sempat Berubah Warna Diduga Limbah Perusahaan, DLH Mateng Langsung Terjun Kelapangan

Sungai Budong-Budong Sempat Berubah Warna Diduga Limbah Perusahaan, DLH Mateng Langsung Terjun Kelapangan

Mateng, Suwarta.id – Sempat  viral di media sosial sungai Budong – Budong, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) yang  mengalami perubahan warna, diduga air  limba sala satu perusahaan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) langsung terjun  kelapangan bersama anggota DPRD Mamuju Tengah.

Kepada awak media Kadis DLH Mateng  Asmuni  mengataka terkait kejadian itu memang benar  sungai budong – budong sempat berubah kehitam – hitaman , tetapi itu tidak berlangsung lama yang di asumsikan merupakan limbah perusahaan Trinity yang ada di Tabolang.

” Sempat memang berubah namun tidak berlangsung lama air kembali seperti semula,”  ungkap Asmuni. Rabu ,(4/3/2026)

lanjut Asmuni pada saat pihanya melakukan kroscek di kepihak perusahan memang pihak perusahaan memiliki Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC) itu pengelolaan limbah yang dibuang kebadan sungai dengan ketentuan tidak melampaui baku mutu air dengan itu tidak akan mencemari.

Asmuni juga katakan jika  setiap bulannya, pihak perusahaan juga  selalu melaporkan kepihak DLH tentang pengolahan limbah disana, cetusnya.

Bersama Anak Yatim, Jadi Sarana Utama Polda Sulbar Jaga Keamanan Melalui Keberkahan Doa

“Untuk air hitam kemarin setelah kami konfirmasi ke pihak perusahaan, katanya perusahaan sementara ada pengalian  lumpur di kolam pengolahan limbah itu, sehingga lumpur -lumpurnya sempat merembes kebadan sungai  tapi tidak lama air sungai kembali jerni kemali,” terang Asmuni.

Untuk memastikan apkah  kegiatan  yang dilakukan pihak perusahaan itu benar adanya pihak DLH kemudian melakukan kunjungan ke perusahaan untuk juga memastikan air yang dibuang kebadan sungai tidak mencari karena air sungai ini digunakan banyak orang.

Ket. Foto perusahaan memang betul sedang melakukan pembersihan kolam limbah terlihat alat berat sedang melakukan pengerokan di kolam.

Dari hasil kunjungan ke perusahaan,  ia mengatakan jika memang disana sementara melakukan pengerukan emdapan pengolahan limbah yang ada di perusahann.

” Memang benar  perusahaan sementara melaku pengerokan di kolam  dimana mungkin  dari kegiatan itu ada kebocoran  sehingga emdapan itu larut ke sungai sehingga air sungaiberupa kehitaman,” tuturnya

Namun Asmuni katakan adapun endapan  itu tidak mencemari atau sudah tidak menggangu kesehatan lagi, dimana air sungai kurang lebih  satu jam dari kejadian itu airnya sudah berubah jerni kembali.

Kedekatan Polantas Polda Sulbar dengan Masyarakat, Jadikan Suasana Malam Hari Lebih Nyaman dan Aman

Tetapi dengan kejadian itu, Asmuni tegaskan pihak DLH tentu memperingatkan agar kebocoran itu tidak terulang kembali di kemudian hari sehingga masyarakat yang mengkonsumsi dari air sungai itu tidak cemas lagi.

“Dari penjelasan perusahaan saat kemi  melakukan kunjungan jika pihaknya tidak ada unsur kesengajaan  sehingga air sungai Budong – Budong mengalami  perubahan warna hanya saja   memang pada saat pengerokan dilakukan  itu ada  kebocoran sedikit dan sempat merembes ke sungai  dan itu tidak berlangsung laman,” jelas Asmuni.

Kepada masyarakat Asmuni menghimbau agar masyarakat tidak resah  karena kemari itu hanya kesalahan tehnis  kerena kemarin itu hanya endapan perusahaan  yang melakukan pembersihan kolam yang bocor kearah sungai waikum itu berubah warna tapi itu tidak  menggangu kesehatan, tutupnya. (***)

Bagikan