Mateng,Suwarta.id — Polemik dugaan pencemaran Sungai Budong-Budong kembali menjadi sorotan warga.Rabu (12/08/2026)
Kondisi air sungai yang mendadak menghitam beberapa hari lalu disebut menjadi kejadian serupa yang kembali terjadi untuk kedua kalinya dalam beberapa bulan terakhir.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat, terlebih saat ini wilayah Mamuju Tengah tengah menghadapi musim kemarau.
Sebagian warga masih memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari.
Menindaklanjuti keluhan masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Mamuju Tengah bersama sejumlah pihak terkait turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengambilan sampel air sungai.
Kepala DLHK Kabupaten Mamuju Tengah, Hasmuni, mengatakan sampel tersebut selanjutnya akan menjalani uji laboratorium untuk mengetahui kandungan serta penyebab perubahan warna air.
“Hari ini kami turun ke lapangan untuk mengambil sampel. Kita tunggu saja hasilnya,” kata Hasmuni.
Pengambilan sampel tersebut turut melibatkan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Barat, DLH Kabupaten Mamuju Tengah, serta personel Polres Mamuju Tengah.
Menurut Hasmuni, hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi dasar untuk mengetahui kondisi air Sungai Budong-Budong secara ilmiah, termasuk memastikan apakah terdapat kandungan pencemar di dalamnya.
“Hasilnya akan kami sampaikan kepada publik dalam waktu dekat,” ujarnya.
Warga berharap pemeriksaan tersebut dapat mengungkap penyebab pasti air Sungai Budong-Budong kembali menghitam.
Jika ditemukan adanya pencemaran, masyarakat meminta pemerintah mengambil langkah tegas agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Apalagi, kondisi tersebut terjadi di tengah musim kemarau ketika ketersediaan sumber air bagi masyarakat semakin terbatas.
Warga pun berharap Sungai Budong-Budong kembali aman dan dapat digunakan tanpa menimbulkan kekhawatiran terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat. (**)




