Mateng,Suwarta.id – Proyek pembangunan Rumah Sakit Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di kawasan RSUD Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, terkesan tertutup dari pengawasan publik.
Kesan itu muncul saat sejumlah awak media mencoba melakukan konfirmasi terkait progres proyek pada Rabu (9/9/2026) sore di lokasi pembangunan, Kompleks Kota Terpadu Mandiri (KTM), Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak.
Meski hanya sebatas ingin mengetahui perkembangan fisik proyek, upaya media justru menemui kendala.
Di lokasi, seorang bernama Rido bersama rekannya yang mengaku sebagai bagian keuangan proyek menolak memberikan keterangan.
“Maaf Pak, kami tidak bisa memberikan keterangan. Sebaiknya Bapak langsung konfirmasi ke Kemenkes,” ujar Rido saat dikonfirmasi awak media.
Rido juga meminta awak media berkoordinasi terlebih dahulu ke Kemenkes jika ingin memperoleh informasi terkait proyek tersebut.
“Silahkan berkoordinasi ke Kemenkes Pak, mohon maaf,” katanya singkat.
Sikap tertutup dari pihak pelaksana ini memunculkan tanda tanya. Padahal pembangunan RSUD Tipe C ini merupakan program prioritas pemerintah pusat di bidang kesehatan untuk Mamuju Tengah.
Tak mendapat informasi apa pun, sejumlah pewarta akhirnya meninggalkan lokasi. Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana di lapangan belum memberikan penjelasan terkait progres fisik maupun capaian pekerjaan proyek tersebut. (**)




