Polewali Mandar
Beranda / Dearah / Polewali Mandar / Wonomulyo Darurat Sampah, MD-KAHMI & HMI Polman Angkat Bicara

Wonomulyo Darurat Sampah, MD-KAHMI & HMI Polman Angkat Bicara

Suwarta.id, Wonomulyo- Kondisi tumpukan sampah yang kian memprihatinkan di sejumlah titik di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, menuai sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya dari Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Polewali Mandar, Pratama Hadi Syaputra menyatakan keprihatinan atas kondisi tersebut dan mengeluarkan sejumlah tuntutan kepada pihak terkait.

Adapun tanggapan ketua umum HMI Polman, Ahmad Idris menyatakan “Kami menilai bahwa penanganan sampah di Wonomulyo sudah berada pada tahap darurat, terlebih di beberapa lokasi seperti sekitar jembatan batas sidodadi dan desa sidorejo yang tumpukan sampahnya nyaris menutup badan jalan dan mengganggu aktivitas warga.”

Lebih lanjut, “kiranya bupati harus mengambil langkah taktis dan cepat. Bukan hanya membicarakan program 100 hari kerja, yang hanya berkesan ucapan seremonial.” Tegasnya. 12/april/2025

Selain itu, MD-Kahmi dan HMI Polman memberikan empat tuntutan kepada seluruh elemen pemerintah terkait untuk segera diatensi. Berikut tiga poin tuntutan :

1. Meminta Camat Wonomulyo dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk segera membersihkan dan mengangkut sampah yang telah menumpuk, terutama di sekitar jembatan yang hampir menutup akses jalan dan menimbulkan bau.

Sekda Sulbar Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Polman, Target Rampung 31 Agustus 2026

2. Mendesak pihak kecamatan dan DLHK untuk menyediakan tempat pembuangan sampah sementara (dumb sampah) di beberapa titik , khususnya bagi masyarakat yang tinggal di perumahan, pertokoan, dan warung makan yang belum mendapat layanan pengangkutan sampah.

3. Mendesak Bupati Polewali Mandar untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja Camat Wonomulyo dan Kepala DLHK. Keduanya diminta lebih aktif turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi lingkungan serta mendengarkan keluhan warga.

MD-KAHMI, Pratama Hadi Syaputra “berharap pemerintah segera mengambil tindakan nyata dan tidak menunggu situasi menjadi lebih parah. Masalah sampah bukan hanya soal kebersihan, tapi juga menyangkut kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.”

Lebih lanjut, KAHMI dan HMI telah melakukan Konsolidasi dan akan mengawal masalah ini hingga pemerintah memberikan win solusi. Lebih tegasnya HMI akan turun aksi jika pemerintah tidak segera mengambil tindakan.(hh)

Suhardi Duka Kenang Perjuangan RS Mitra Manakarra Bangkit dari Gempa, Siapkan Ekspansi pada 2027

Bagikan