Mateng, Suwarta. id – Menjelang lebaran 1446 Hijriah, masyarakat Mamuju Tengah (Mateng) berbondong-bondong melakukan penebusan barang/emasnya di Pegadaian.
Kepala unit Pegadaian Topoyo Julham Sahara menuturkan jika menjelang lebaran ini, masyarakat lebih banyak melakukan penebusan barang dibanding gadai.
” Untuk tren tahunannya memang seperti itu, menjelang Ramadan atau awa ramadhan gadai tinggi. Sebaliknya menjelang lebaran tebusan meningkat” ujarnya.
Dikatakan tingginya masyarakat yang menebus barang (Emas) menjelang ramadhan mungkin karena dipengaruhi sejumlah fakto.
Julham menyebutkan pertama mungkin karena mereka ingin menggunakan di hari raya idul fitri (Lebaran), kedua mereka mungkin sudah mendapatkan THR atau bonus dari tempat bekerja.
“Itulah sejumlah faktor yang mempengaruhi sehingga masyarakat berbondong-bondong melakukan penebusan,” terangnya.
Namun Julham menjelaskan jika keadaan ini sebenarnya berimbang dengan keadaan di awal ramadhan dimana masyarakat kebanyakan yang menggadai barang (Emasnya), salah faktor mungkin karena mereka ingin menggunakan sebagai modal usah.
“Kalau diawal puasa itu kebanyakan yang gadai barang nya, kalau menjelang ramadhan kebanyakan yang tebus, “tutupnya.
Untuk informasi tambahan dari presentase gadai dan menebus selama bulan ramadahan itu masi di dominasi gadai yang mungkin butuh modal dengan presentase sekitar 60 persen sedangkan untuk menebus hanya diangka 40 persen.
Arisman




