Suwarta.id, MAMASA_ Sinergi Muda Mamasa memberikan catatan untuk Bupati terpilih, Welem Sambolangi dalam menata Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) yang lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Catatan disampaikan dengan tujuan, untuk menjadi pertimbangan dalam mengambil kebijakan di masa kepemimpinan selama lim tahun ke depan.
Ketua Harian Sinergi Muda Mamasa, Ryan Mewa’ mengatakan, terdapat sejumlah tantangan bagi Bupati Mamasa untuk menjadikan Mamasa Mamase. Salah satunya adalah, penataan kepemerintahan utamanya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang akan bersama-sama mendukung program-program pemerintah ke depannya.
Selain itu, Bupati Mamasa juga mesti melakukan langkah untuk membersihkan Kabupaten Mamasa dari orang-orang yang dianggap merusak tatanan kepemerintahan selama ini, utamanya di bidang pengelolaan keuangan Kabupaten Mamasa. Narasi anti korupsi yang kerab kali disampaikan Bupati, Welem Sambolangi mesti dibuktikan dengan langkah konkret, demi Mamasa menuju Mamase.
“Retorika saja tidak cukup, Pemerintah perlu menunjukkan keberanian dalam menindak kasus-kasus korupsi di Mamasa yang belum selesai. Ada begitu banyak laporan-laporan dari masyarakat yang bertumpuk di Kejaksaan Negeri Mamasa dan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat sampai sekarang belum selesai,” kata Ryan Mewa’, Senin 24 Maret 2025.
Ryan mengatakan, baru-baru ini viral Pemanggilan tokoh-tokoh dan beberapa Pejabat Kabupaten Mamasa ke Kajati Sulbar. Namun sampai saat ini, lagi-lagi belum ada tindak lanjut yang disampaikan ke masyarakat.
Hal itulah yang menjadi tantangan bagi Welem Sambolangi kata Ryan, apabila tidak konsisten dengan narasi pemberantasan korupsi yang sering disampaikan, maka secara perlahan Mamasa akan rusak pula.
Ia mengatakan, temuan BPK sebesar Rp. 81 Miliar termasuk menjadi tantangan bagi Bupati, Welem Sambolangi. Bukan hanya itu, pembayaran pembebasan lahan Pasar adalah ujian penting bagi Bupati Mamasa untuk menunjukkan komitmennya.
Begitu juga dengan Penempatan pejabat kata Ryan Mewa’, Bupati Welem Sambolangi mesti tegas untuk menonjobkan pejabat-pejabat yang dianggap tidak becus mengurus Kabupaten Mamasa.
“Contohnya Kepala Badan Keuangan yang terus-menerus menjadi sorotan Masyarakat Mamasa selama ini. Bupati dan Wakil Bupati harus mampu membuktikan bahwa mereka tidak berkaitan dengan rezim sebelumnya,” kata Ryan.
Ia mengatakan, setelah 100 hari kerja Bupati Mamasa harusnya mampu menujukan narasi-narasi nya yang kerab kali disampaikan, utamanya pemberantasan korupsi di lingkup Pemda Mamasa.
“Langkah ini penting untuk menghindari persepsi bahwa pemerintahan Welem Sambolangi hanya mengandalkan retorika tanpa tindak lanjut,” katanya.
Selain itu, ada banyak hutang Pemda yang harus segera ditindaklanjuti. Masyarakat saat ini tentu menunggu apa terobosan Bupati dalam mengatasi semua permasalahan di Kabupaten Mamasa.
“Kita akan menunggu apa solusi yang disiapkan Bupati Mamasa untuk mengatasi defisit yang begitu besar dan bagaimana bisa membayarkan hak-hak rakyat yang selama ini dikebiri oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” kata Ryan Mewa’.
Dengan berbagai uraian masalah di atas, tentu akan menjadi ujian besar bagi Pemerintah saat ini, bagaimana menyelesaikannya dalam situasi sulit ini. Di satu sisi ada tuntutan untuk melakukan penghematan anggaran, di sisi lain desakan agar Pemda Mamasa segera menunjukkan aksinya untuk menyelesaikan persolan.
“Termaauk pemberantasan korupsi, seperti yang selalu disampaikan setiap kali pertemuan dengan masyarakat selama kampanye dan bagaimana bisa mengatasi berbagai persoalan defisit. Ditambah lagi dengan persoalan-persoalan lain internal di kubu mereka,” ujarnya.(jp/hh)




