Polewali Mandar
Beranda / Dearah / Polewali Mandar / Bupati Polman Hadiri Maulid di Riso, Ajak Warga Jaga Keamanan

Bupati Polman Hadiri Maulid di Riso, Ajak Warga Jaga Keamanan

Suwarta.id, Polewali Mandar – Bupati Polewali Mandar Samsul Mahmud menghadiri perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Desa Riso, Kecamatan Tapango, Senin (8/9/2025).

Acara tersebut, berlangsung khidmat dan meriah dengan dihadiri ratusan warga. Acara ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus sarana meneguhkan kebersamaan umat dalam meneladani akhlak Rasulullah.

Bupati Polewali Mandar, H. Syamsul Mahmud, juga hadir dan memberikan pesan penting. Ia menekankan bahwa keamanan, kebersamaan, dan kondusifitas adalah syarat utama dalam membangun daerah.

“Mari kita jaga keamanan dan persatuan, karena ini modal besar untuk pembangunan Polewali Mandar,” ujarnya.

Selain itu, H. Syamsul Mahmud mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak menyikapi arus informasi yang berkembang pesat di era media sosial. Ia berpesan agar warga pandai-pandai menyaring dan membedakan berita yang benar dengan informasi yang belum jelas kebenarannya, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Sekda Sulbar Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Polman, Target Rampung 31 Agustus 2026

Kepala Desa Riso, H. Onang, S.Ip, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya peringatan Maulid. Ia mengajak masyarakat menjadikan momentum ini untuk mempererat persatuan dan memperkuat nilai religius di tengah tantangan zaman.

Camat Tapango, Hirawati, SP, M.Adm, KP turut hadir memberikan sambutan. Ia menegaskan, meski kebijakan kenaikan pajak telah dibatalkan Bupati, kewajiban membayar pajak sesuai tarif lama tetap harus dijalankan. Menurutnya, pajak sangat penting karena manfaatnya kembali ke masyarakat melalui pembangunan daerah. Ia juga mengajak warga kembali mengaktifkan poskamling sebagai upaya menjaga keamanan bersama.

Puncak acara diisi dengan hikmah Maulid yang dibawakan oleh Dr. Muh Adam, SH, MH. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya meneladani Rasulullah SAW dengan akhlak yang mulia, bukan hanya sekadar perayaan seremonial. Ia mengingatkan bahwa krisis moral bangsa bermula dari lemahnya iman, sehingga orang tua harus menanamkan nilai iman sejak dini pada anak-anak.

Acara Maulid ini ditutup dengan doa bersama, penuh keakraban dan nuansa religius. Kehadiran para tokoh pemerintah, ulama, dan masyarakat menjadi bukti nyata semangat kebersamaan dalam merayakan kelahiran Rasulullah SAW sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah kehidupan bermasyarakat.(jl/hh)

Suhardi Duka Kenang Perjuangan RS Mitra Manakarra Bangkit dari Gempa, Siapkan Ekspansi pada 2027

Bagikan