Mateng, Suwarta.id – Keterbatasan ekonomi masih nyata dirasakan oleh sebagian warga di pelosok desa di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).
Sala satunya Bapak Arif Usman (58), bersama anaknya RD (11), harus bertahan hidup di sebuah gubuk sederhana berukuran 2×3 meter, yang ada di desa Kuo, Kecamatan Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah.
Selama ini Arif Usman bersama satu orang anaknya tinggal di gubuk yang berdiri di tanah milik keluarganya.

Ket. Foto : Begilah Kondisi gubuk yang ditempati Bapak Arif Usman bersama anaknya yang berada di desa Kuo, Kecamatan Pangale, Mateng.
Bangunan yang ditempati Arif Usman dan anaknya jauh dari kata layak huni, tanpa penerangan aliran listrik,tanpa perabotan rumah tangga yang memadai, dan di dalamnya gubuk yang ia tempati hanya terdapat kain yang dijadikan alas tidur bersama anaknya setiap malam.
Kondisi ekonomi yang serba terbatas inilah memaksa Arif untuk bertahan dengan apa yang ada setiap harinua. Ia berjuang memenuhi kebutuhan hidup bersama anaknya di tengah minimnya fasilitas dasar yang dimilikinya.
Seperti penerangan aliran listrik membuat aktivitas di malam hari sangat terbatas, dimana saat matahari terbenam, gubuk kecil itu hanya diterangi cahaya alami dari bulan atau lampu seadanya jika tersedia.
Tidak ada tempat tidur, lemari, maupun perabotan lain yang biasa ditemui di rumah pada umumnya.
Dari kisah Arif Usman inilah menjadi salah satu cerminan masih adanya warga yang hidup dalam kondisi memprihatinkan dan membutuhkan perhatian lebih dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat sekitar, agar dapat memperoleh kehidupan yang lebih layak. (***)




