Mateng, Suwarta.id – Wakil Bupati Mamuju Tengah, Askari Anwar angkat bicara menanggapi wacana pemerintah pusat kembali memotong dana transfer keuangan pusat ke setiap daerah sebesar Rp300 triliun pada tahun 2027 mendatang.
Hal itu diisampaikannya saat ditemui di ruang kerjanya, di Kantor Bupati Mamuju Tengah, Jalan Tammauni Pue Ballung, kecamatan Tobadak, Senin, (29/6/2026).
Askari mengatakan Pemkab Mamuju Tengah siap menerima apa pun keputusan pemerintah pusat.
” Kita ini sebagai pemerintah di daerah tetap menjadi satu kesatuan tidak terpisahkan dari pemerintah pusat, ” ungkapnya.
“Jadi, ketika ada kebijakan seperti itu, kita tetap laksanakan,” tambahnya.
Meski demikian, askari katakan tentu dengan pemotongan tersebut tentu akan berpengaruh, dan mempegaruhi terhadap belanja-belanja daerah.
” Tentu dengan efisiensi ini akan memperketat belanja – belanja di daerah berdasarkan prioritas daerah yang bisa dilakukan, ” jelasnya.
Masih Askari, tentu untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak pemerintah daerah dituntut menciptakan berbagai inovasi.
Inovasi menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan efisiensi anggaran yang akan dihadapi ke depan.
” Yang paling penting, bagaimana kita menciptakan ivonasi karena dengan inovasi bisa menjawab tantangan efisiensi,” tegasnya. (***)




