Mamuju Tengah Pemerintahan Sulawesi Barat
Beranda / Dearah / Sulawesi Barat / Kuota 800 Unit Bedah Rumah di Mamuju Tengah Tahun 2026, Bupati Arsal Aras Pastikan Tepat Sasaran

Kuota 800 Unit Bedah Rumah di Mamuju Tengah Tahun 2026, Bupati Arsal Aras Pastikan Tepat Sasaran

Mateng, Suwarta.id – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah mendapat kuota Bantuan Bedah Rumah Tidak Layak Huni (BBRTLH) sebanyak 800 unit pada tahun 2026 dari pemerintah pusat.

Bupati Mamuju Tengah, Arsal Aras, merinci kuota tersebut terbagi dalam tiga tahap. Tahap pertama sebanyak 200 unit, tahap kedua 300 unit, dan tahap ketiga 300 unit.

“Jadi total kuota tahun ini ada 800 unit,” kata Arsal, kepada awak media usai mengikuti sosialisasi bantuan Besak rumah tahun 2026, di Aula Kantor Bupati. Rabu, (16/9/2026).

Arsal berharap program ini tidak mengalami penundaan dan dapat tuntas hingga akhir Desember 2026.

Untuk memastikan program berjalan lancar, Pemkab Mamuju Tengah sengaja mengundang para penerima bantuan tahap kedua agar memahami mekanisme bantuan.

Doa Bersama dan Aksi Kemanusiaan, Iringi Semarak HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71

“Untuk memastikan program itu berjalan dengan baik tidak ada masalah, penerima bantuan tahap kedua ini kita undang supaya mereka bisa memahami,” ujarnya.

Arsal menjelaskan, bantuan ini merupakan bantuan stimulan sebesar Rp20 juta per penerima. Ia berharap ada swadaya dari penerima agar hasil perbaikan lebih maksimal.

“Harapannya, bantuan stimulan ini ada model-model swadaya di dalamnya, dimana pemerintah memberikan bantuan 20 juta dengan harapan penerima juga punya modal tersendiri untuk memperbaiki rumahnya,” jelas Arsal.

“Gabungan inilah yang nantinya tidak akan membuat rumahnya tidak bocor, tidak bolong dan lantainya tidak beralaskan tanah lagi, sehingga rumah mereka menjadi rumah layak huni,” sambungnya.

Terkait verifikasi, Arsal menegaskan Pemkab berkolaborasi dengan Balai untuk memastikan bantuan tepat sasaran berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) / desil.

Kasat Reskrim Polres Mamuju Tengah Sambut Tim Finalisasi Penilaian Ombudsman

“Kami ingin memastikan betul bahwa masyarakat kami yang menerima bantuan ini masyarakat tepat sasaran, berada pada desil itu,” tegasnya.

(Berdasarkan data Dinas Perkimtan Mamuju Tengah, masih terdapat lebih dari 7.000 rumah tidak layak huni yang harus diperbaiki dalam beberapa tahun ke depan. Sementara yang sudah tuntas diperbaiki sekitar 3.800 unit.

“Kita sudah mendapatkan bantuan kurang lebih 3.800 yang sudah tuntas dan masih ada kurang lebih 7.000 lebih yang harus kita perbaiki ke depan,” ungkapnya.

Arsal menyebut tahun ini merupakan tahun pertama Mateng mendapat bantuan bedah rumah dari pusat dalam jumlah besar. Ia berharap program ini sukses sehingga tahun depan kuotanya bisa lebih besar.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan launching inovasi dari Dinas Perkimtan. Inovasi tersebut berupa sistem pendataan berbasis foto dan titik koordinat untuk seluruh rumah tidak layak huni di setiap desa hingga pelosok.

Ditreskrimsus Polda Sulbar Tuntaskan Kasus Korupsi Dana Desa Lampoko, Kerugian Negara Rp. 764 Juta!

“Sistem inilah yang akan mengidentifikasi apakah si A sudah masuk desil satu atau desil empat. Sehingga menurut regulasi, dia yang harus didahulukan karena sudah memenuhi syarat yang ditentukan,” tutup Arsal. (**)

Bagikan