Suwarta.id, MAMASA_ Kondisi APBD Kabupaten Mamasa, tahun 2024 ditengarai kembali mengalami ‘carut-marut’.
Pasalnya, banyaknya utang Pemda Mamasa, yang belum dibayarkan selama tahun 2024.
Mulai dari Claim BPJS, Siltap kepala desa, hingga Rekanan Kontraktor.
Parahnya lagi Anggran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pada Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa di geser- geser oleh Pemda Mamasa.
“Pasti itu di geser lagi untuk membayar yang lainnya, karena transperan dari pusat untuk Dinas Pendidikan sudah 100% ,” Ujar Rusli saat bincang-bincang dengan wartawan di kediamannya beberapa waktu lalu.
Rusli mengungkapkan bahwa pada Dinas Pendidikan utang Pemda Mamasa berkisar 30 Milliar.
“Sekitar 30 M. Mulai dari tahun 2022 sampai tahun 2024,” Ungkapnya lagi.
Di akhir tahun 2024, Defisit Mamasa makin membengkak. Dari data yang di peroleh hampir 300 Milliar rupiah.
Hery Kurniawan selaku, Kepala BPKD Mamasa, di sorot sejumlah aktivis di Kabupaten Mamasa.
Sorotan itu datang dari Taufik Rama Wijaya, salah satu aktivis yang sering menyuarakan aspirasi masyarakat.
Rama mengatakan, seharusnya Hery Kurniawan, memproritaskan kebutuhan-kebutuhan yang sangat urgent untuk dibayarkan.
“Yang harus dibayar adalah hal yang prioritas. Contohnya Siltap Kepala desa yang sudah hampir 10 bulan tak dibayar,” Kata Rama lewat keterangan tertulisnya, Sabtu 28/12/24.
Sementara dari data yang dihimpun wartawan media ini, Hery Kurniawan banyak mencairkan anggran yang tidak prioritas.
“Banyak sekaliji na cairkan itu Pak Kaban, kalau progres pencairan. Namun dia pilih-pilih saja,” Kata sumber yang enggan disebutkan namanya.
Hery Kurniawan yang dikonfirmasi berulang kali tidak memberikan respon.(jp/hh)




