Suwarta.id, Mamuju – Dengan adanya peristiwa pengeroyokan yang dilakukan anggota kepolisian kepada kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manakarra membuat reaksi berbagai kalangan.
Mereka mengecam anggota kepolisian yang melakukan tindakan tidak terpuji di luar dari tugas dan fungsi kepolisian termasuk tindakan pengeroyokan.
Salah satunya, Kader HMI Cabang Manakarra Firdaus mengatakan ini menjadi bukti kegagalan institusi kepolisian dalam melakukan rekrutmen anggota serta pendidikan kepada anggota kepolisian.
“Jadi yang harus bertanggungjawab bukan hanya pelaku tetapi institusi kepolisian harus bertanggungjawab secara kelembagaan atas tindakan yang dilakukan oleh anggotanya. Dimana puluhan anggota kepolisian yang melakukan pengeroyokan di Asrama putri Ikatan Pelajar Mahasiswa Mamuju Tengah (IPM-MATENG),” ungkapnya.
Dimana, anggota kepolisian yang terlihat jelas melakukan pengeroyokan/Pemukulan terhadap salah satu kader hmi cabang manakarra atas nama Ramli yang berada di Jl baharuddin Lopa komplex BTN Binanga.
Adapun awal peristiwa tersebut yang diduga ada oknum polisi yang selalu datang ke asrama putri IPM Mateng. Bahkan oknum polisi itu sudah ditegur termasuk bapak yang punya rumah kontrakan sudah menegur dan tidak pernah mendengar.
Sehingga demisioner ketua umum IPM-MATENG Turun langsung bersama rekannya Ramli menegur oknum tersebut setelah itu ada cekcok antara mereka yang terkesan oknum polisi tersebut seolah-olah tidak punya salah sehingga hal yang demikianlah memicu konflik.
“Oknum seperti ini lah yang kemudian harus di tindak secara tegas sebab mereka lah yang harus memberikan contoh yang baik terhadap masyarakat dan Perlindungan serta mengayomi tetapi malah justru mereka yang melakukan hal-hal yang sifatnya merusak citra insitusi kepolisian,” tegasnya.
Bahkan, ketika ada anggota kepolisian yang mencoba melakukan tindakan tidak terpuji di luar dari tugas dan fungsi kepolisian termasuk tindakan pengeroyokan, maka hal yang seperti inilah yang kemudian menjadi bukti kegagalan institusi kepolisian dalam melakukan rekrutmen anggota serta pendidikan kepada anggota kepolisian.
“Untuk itu dengan adanya peristiwa tersebut maka secara tegas saya sampaikan kepada kapolda sulawesi barat harus bertanggungjawab atas peristiwa tersebut baik secara kelembagaan ataupun secara pribadi harus bertanggungjawab atas tindakan yang dilakukan oleh anggotanya yang di anggap mencoba menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap insutusi kepolisian,” ujarnya.
“Apabila apa yang menjadi keinginan kami atas pemberian sanksi yang setimpal terhadap pelaku tidak indahkan maka saya pastikan pelataran polda sulbar akan di penuhi massa aksi sebagai bentuk kekecewaan kami terhadap Kapolda Sulbar,” tandasnya.(hh)




