Mateng,Suwarta.id – Operasi pekat lanjutan 2025 yang di gelar personel Polres Mamuju Tengah (Mateng) menyasar THM ( Tempat Hiburan Malam) dan beberapa wisma dan kos kosan di Mateng sebagai bentuk menekan penyalahgunaan narkoba dan miras serta seks bebas
Namun hal tersebut justru mengundang tanya pasalnya penyakit masyarakat bukan hanya sebatas THM dan seks bebas tapi juga tindak kriminal, perjudian, gelandangan dan pengemis , pornografi dan porno aksi yang juga kerap berlangsung di wilayah Mateng
Nirwan Ca’ali salah satu aktivis Mamuju Tengah menyebut Penyakit masyarakat tentu merujuk pada berbagai masalah sosial yang meresahkan dan merugikan individu maupun kelompok dalam masyarakat.
Sala satu kelompok yang meresahkan dan merugikan di wilayah Mateng yakni perjudian ( sabung ayam ) yang kerap berlangsung ramai di Mateng, ungkap Nirwan
“Belum lagi bicara soal tambang ini selain meresahkan juga merugikan masyarakat Mamuju Tengah,” tambahnya.
Menariknya kata Nirwan, jika Polres Mateng mau benar-benar serius memberantas semuanya jangan ada yang di pandang bulu, kita duga bahwa kasus-kasus sebelumnya hanya di selesaikan di tempat-tempat khusus.
Sehingga tidak punya efek jerah di masyarakat. Yang perlu di gali lebih jauh institusi kepolisian/ Polres mateng harus lebih transparansi dalam menyelesaikan sebuah persoalan di Mateng.
Secara pribadi saya sudah krisis kepercaan kepada Polres Mamuju Tengah dalam setiap penanganan kasus yang ada, tutup Nirwan Ca’ali (**)




