Mamuju,Suwarta.id – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat menghadiri Seminar dan Musyawarah Daerah (Musda) Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI) Provinsi Sulawesi Barat yang berlangsung di Auditorium Poltekkes Kemenkes Mamuju, Sabtu (18/7/2026). Pada kegiatan tersebut, Kepala DKPPKB Sulbar dr. Nursyamsi Rahim diwakili oleh Plt. Kasubag Keuangan dan Aset, Rendi Rivaldi.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku dalam mendukung pembangunan kesehatan di Sulawesi Barat. Seminar menghadirkan berbagai materi strategis terkait penguatan promosi kesehatan berbasis perubahan perilaku, sementara Musda menjadi forum konsolidasi organisasi dalam menyusun arah program dan kepengurusan PPPKMI ke depan.
Di tempat terpisah, Kepala DKPPKB Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan organisasi profesi merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
“Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku memiliki peran strategis dalam membangun budaya hidup sehat di masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah dan organisasi profesi harus terus diperkuat agar berbagai program kesehatan mampu menjangkau masyarakat secara lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar dr. Nursyamsi.
Ia menambahkan, penguatan promosi kesehatan menjadi salah satu kunci dalam mendukung transformasi layanan kesehatan primer, termasuk upaya pencegahan penyakit, percepatan penurunan stunting, pengendalian penyakit menular, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap perilaku hidup bersih dan sehat.
Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan Panca Daya ke-3 Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, yaitu membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera”.
DKPPKB Sulbar berharap hasil Seminar dan Musda PPPKMI dapat memperkuat kapasitas tenaga promosi kesehatan sekaligus melahirkan berbagai inovasi dalam edukasi kesehatan, sehingga mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan mendukung pembangunan kesehatan yang berkelanjutan di Sulawesi Barat.




