Suwarta.id, Campalagian, 09/02/2025 – Puluhan mahasiswa, pemuda, dan masyarakat yang tergabung dalam Kesatuan Pemuda untuk Rakyat turun ke jalan melakukan aksi demonstrasi, menuntut transparansi legalitas pendirian ritel modern di Kecamatan Campalagian serta perlindungan bagi pedagang kecil dan UMKM dari dominasi pengusaha raksasa. Aksi yang berlangsung di depan salah satu gerai ritel modern ini diwarnai kekecewaan massa terhadap ketidakhadiran Direktur PT. Pasar Swalayan Alfamart maupun pihak terkait, 09/02/2025.
Dalam orasinya, Hakiki mempertanyakan ada atau tidaknya mafia yang bermain dalam pendirian ritel modern di Campalagian.
“Kami patut mempertanyakan, apakah ada pihak tertentu yang menggaransi keberadaan ritel modern ini tanpa mempertimbangkan dampak terhadap pedagang kecil?” tegasnya di hadapan massa aksi.
Senada dengan itu, Asraf menyampaikan ultimatum kepada pihak terkait. Jika tuntutan mereka tidak ditanggapi.
“Maka kami sendiri yang akan menutup ritel modern ini,” serunya lantang.
Alwin selaku Jenderal Lapangan (Jenlap) menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar protes, melainkan bentuk perlawanan terhadap sistem yang dinilai merugikan masyarakat kecil. Ia meminta kepolisian untuk menghadirkan pemilik PT Ritel Modern atau pihak terkait guna memberikan kejelasan kepada publik.
“Kami akan terus mengawal perjuangan ini hingga hak-hak rakyat dipenuhi. Transparansi adalah keharusan, dan kami tidak akan berhenti sampai tuntutan kami dikabulkan,” ujar Alwin dalam orasinya.
Selain itu, Alwin menegaskan bahwa jika pihak terkait terus mengabaikan tuntutan mereka, maka kasus ini akan dibawa ke pemerintah daerah.
“ini agar dilakukan evaluasi terhadap kebijakan pendirian ritel modern di Campalagian. Mereka mendesak pemerintah untuk segera turun tangan guna melindungi keberlangsungan pasar tradisional dan UMKM setempat,” tegasnya.
Aksi ini mencerminkan keresahan masyarakat atas maraknya ritel modern yang dinilai semakin menekan pasar tradisional. Para mahasiswa berjanji akan terus melakukan aksi lanjutan jika tidak ada respons dari pihak terkait. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak PT. Pasar Swalayan Alfamart maupun pemerintah daerah setempat.(hh)




