Pemerintahan Pemprov Sulbar
Beranda / Pemerintahan / Pemprov Sulbar / Kesbangpol Sulbar Paparkan Strategi Tiga Pilar Pemberantasan Korupsi di Dialog Akhir Tahun

Kesbangpol Sulbar Paparkan Strategi Tiga Pilar Pemberantasan Korupsi di Dialog Akhir Tahun

Mamuju, Suwarta.id – Sekretaris Badan Kesbangpol Provinsi Sulawesi Barat, H. Muhammad Yusuf Tahir, menjadi narasumber dalam kegiatan Dialog Akhir Tahun 2025 dengan tema “Sinergi Penegakan Hukum dan Pencegahan Korupsi Menyambut Tahun Baru 2026” yang diselenggarakan oleh Ikatan Jurnalis Sulawesi Barat.

Kegiatan yang berlangsung di Mamuju tersebut dihadiri oleh unsur pemerintah, aparat penegak hukum, jurnalis, organisasi kepemudaan (OKP), serta mahasiswa. Dialog ini menjadi wadah refleksi akhir tahun sekaligus penguatan komitmen bersama dalam upaya penegakan hukum dan pencegahan korupsi di Sulawesi Barat, sebagaimana yang ditekankan oleh Gubernur Suhardi Duka dan Salim S Mengga.

Dalam pemaparannya, Muhammad Yusuf Tahir menyampaikan bahwa pada tahun 2026 tantangan pemberantasan korupsi masih akan dihadapkan pada kuatnya budaya koruptif di berbagai sektor. Oleh karena itu, pemerintah tetap konsisten menjalankan tiga langkah strategis, yakni edukasi, preventif, dan represif.

“Upaya ini dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan berkualitas. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan daerah menuju Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera,” ujar Yusuf.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa refleksi akhir tahun merupakan momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap upaya penegakan hukum dan pencegahan korupsi, sekaligus menetapkan komitmen baru dalam menghadapi tantangan di tahun mendatang.

Komitmen Gubernur SDK Perluas Kuota Beasiswa Sulbar Dari 203 Jadi 524, Tahun Kedua Capai 1.040 Penerima Manfaat

Menurutnya, penegakan hukum dan pencegahan korupsi merupakan fondasi utama dalam menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas. “Tanpa fondasi tersebut, pembangunan yang berkelanjutan akan sulit diwujudkan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Yusuf juga menekankan pentingnya peran strategis jurnalis, OKP, dan mahasiswa sebagai mitra pemerintah dalam mengawal kebijakan publik, membangun kesadaran hukum, serta menyampaikan informasi yang edukatif kepada masyarakat.

“Kolaborasi seluruh elemen sangat dibutuhkan. Media memiliki peran penting sebagai kontrol sosial dan corong edukasi publik dalam membangun budaya anti-korupsi,” tambahnya.

Kesbangpol Sulawesi Barat juga memaparkan rencana pengembangan sistem deteksi kerawanan berbasis digital yang memungkinkan masyarakat untuk melaporkan secara langsung berbagai indikasi persoalan di sektor pendidikan, kesehatan, serta layanan publik lainnya. Inovasi ini diharapkan dapat mempercepat respons pemerintah terhadap potensi pelanggaran dan memperkuat upaya pencegahan sejak dini.

“Kami ingin membangun sistem yang partisipatif, di mana masyarakat bisa ikut mengawasi dan melaporkan potensi penyimpangan secara mudah, cepat, dan aman. Ini bagian dari komitmen kami dalam memperkuat pencegahan korupsi secara digital,” tutup Sekretaris Badan Kesbangpol.

Tindak Lanjut SE WFH ASN, DiskominfoSS Dorong Optimalisasi Presensi Digital di Setiap OPD

Kegiatan dialog ini diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas sektor dalam menciptakan sistem penegakan hukum yang lebih kuat serta memperluas gerakan pencegahan korupsi di Sulawesi Barat sesuai dengan amanah Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wagub Salim S Mengga. (Rls)

Populer

01

Penggunaan Nama Sulselbar Tidak Lagi Relevan, BADKO HMI Sulawesi Barat Telah Resmi Terbentuk

02

Pelaku Penganiayaan Berkeliaran, IPPMN Desak Polres Pelaku Ditangkap

03

Masyarakat Tutar Marah: Sampah Kota Dibawa ke Tutar, HMI Polman Minta Bupati Jangan Mainkan Masyarakat

04

Profil Al Gazali, Konsultan Politik WS HADIR Tumbangkan Survei Nasional di Mamasa 

September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Bagikan