Mateng, Suwarta.id – Sekitar 35 hektare sawah milik petani di Dusun Tallasak, Desa Tabolang, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat terancam gagal panen akibat dampak kemarau panjang.
Minimnya pasokan air membuat tanaman padi yang sebagian sudah “hamil” dan berbunga terancam mati.
Melihat kondisi tersebut, seorang Tokoh Masyarakat Dusun Tallasak, Rudi Maming tidak tinggal diam. Ia berinisiatif menyalurkan air secara gratis ke areal persawahan warga.
Pada Minggu (6/9/2026), terpantau dua armada milik Rudi dikerahkan untuk membantu petani.
“Kita hanya mau membantu warga, ini gratis. Semoga bermanfaat. Kasian sebagian padinya sudah hamil dan lainnya sudah berbunga,” ujar Rudi singkat.
Menurut Koordinator di lapangan, Edi yang mendapat tugas dari Rudi, penyaluran air tersebut telah dilakukan sejak Kamis (3/9/2026) lalu.
“Penyalurannya mulai Kamis kemarin, jadi sudah tiga hari. Sehari itu armada bisa lima hingga enam kali bolak-balik mengambil air di sungai. Biasanya kita mulai pagi sampai jam 20.00 WITA malam,” ujar Edi saat ditemui di lokasi, Sabtu (5/9/2026).
Edi menjelaskan, dua armada yang dioperasikan masing-masing berkapasitas 9.000 liter berupa mobil tangki dan 1.000 liter berupa mobil Hartop dengan bak penampung air atau “tandong”.
“Semua mobilnya milik Bos Rudi,” katanya.
Edi berharap, kepedulian yang ditunjukkan Rudi melalui pendistribusian air bersih ini dapat memberikan manfaat nyata bagi warga, khususnya dalam mempertahankan tanaman agar tetap tumbuh di tengah ancaman kekeringan.
“Semoga bantuan ini dapat menyelamatkan tanaman mereka. Mudah-mudahan apa yang dilakukan Bos Rudi menjadi amal kebaikan dan pahala,” tutup Edi. (**)




