Mateng,Suwarta.id – Gedung baru UPTD Puskesmas Salupangkang, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat mengalami keretakan di sejumlah bagian. Kondisi ini memicu kekhawatiran keluarga pasien, Senin (7/9/2026).
Keretakan terlihat di beberapa ruangan pasien di lantai satu. Padahal, gedung tersebut baru diresmikan pada 29 Januari 2024 atau belum genap 2 tahun digunakan.
Salah seorang keluarga pasien, Poniman, mengaku khawatir dengan kondisi bangunan. Ia menilai kerusakan pada fasilitas kesehatan tidak boleh disepelekan.
“Kalau kondisinya begini semua orang kan khawatir. Semisal kalau ada gempa, bagaimana mengevakuasi pasien kalau tiba-tiba ambruk,” ujar Poniman.
Mengingat Sulbar merupakan daerah rawan gempa, ia meminta pemerintah segera memastikan keamanan gedung. “Kalau bisa secepatnya pemerintah merestui, ya mesti harus dibangun ulang, Pak,” katanya.
Poniman juga meminta dilakukan pemeriksaan teknis menyeluruh untuk mengetahui penyebab dan tingkat kerusakan. Ia menilai perbaikan tambal sulam tidak cukup jika keretakan tergolong serius.
Kondisi gedung yang masih baru ini juga menimbulkan pertanyaan publik terkait kualitas pembangunan. Pemerintah daerah diharapkan segera memberikan penjelasan agar tidak menimbulkan spekulasi.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumberdaya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju Tengah, Very Firmansyah menegaskan pihaknya telah berupaya melakukan penanganan, termasuk mencari tim ahli untuk menilai kerusakan bangunan.
Very juga menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan, termasuk rawat inap, untuk sementara dialihkan ke Puskesmas terdekat, yakni Puskesmas Topoyo, Lara, dan Tobadak.
Menurut Very, keretakan bangunan dipicu adanya pergeseran tanah serta getaran dari kendaraan besar dan berat, karena posisi bangunan berada di pinggirjalan poros. (**)




