Suwarta.id, Polewali Mandar – pembuangan sampah dari wilayah kota ke Dusun Kumande, desa Pollewani, Kecamatan Tutar (Tutar) memicu kemarahan warga setempat. Warga menilai tindakan tersebut mencederai rasa keadilan dan menambah beban lingkungan di wilayah yang selama ini belum sepenuhnya mendapat perhatian pemerintah.
Kemarahan warga Tutar memuncak setelah diketahui bahwa sejumlah sampah dibuang wilayah mereka tanpa adanya sosialisasi dan persetujuan dari masyarakat. Apatahlagi tanpa sepengetahuan pemilik lahan. Mereka menilai keputusan tersebut sewenang-wenang dan merugikan warga.
“Kami bukan tempat pembuangan! Daerah kami masih butuh banyak pembangunan, malah dikirimi sampah,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat dengan nada kesal.
Menanggapi keresahan warga, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Polewali Mandar menyuarakan protes keras terhadap kebijakan Pemkab Polewali Mandar. HMI menilai pemerintah daerah, khususnya Bupati Polman, telah gagal menjaga kepercayaan masyarakat pedalaman.
“Kami meminta Bupati Polman tidak mempermainkan masyarakat Tutar. Jangan hanya karena wilayahnya jauh dari pusat kota, lantas dijadikan tempat buangan sampah. Ini bentuk ketidakadilan,” tegas Yusril PTKP HMI Polman dalam konferensi pers, Sabtu (13/4).
Lanjut Yusril “Kami juga meminta seluruh pemerintah terkait, agar segera menghentikan seluruh aktivitas pembuangan sampah ke wilayah Tutar dan membuka dialog terbuka dengan masyarakat. Kami menegaskan bahwa penolakan ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga menyangkut harga diri dan kelestarian lingkungan. Bila masalah ini tidak diselesaikan oleh pemerintah, HMI dan Masyarakat tutar akan menggelar aksi.(hh)




