Suwarta.id, Campalagian – Pertumbuhan ritel modern yang semakin menjamur di Polewali Mandar mulai menimbulkan dampak serius bagi keberlangsungan usaha pedagang klontong tradisional, /03/02/2024.
Minimarket seperti Alfamart dan Indomaret terus bermunculan di berbagai titik, baik di perkotaan maupun pedesaan, membuat para pelaku usaha kecil semakin sulit bersaing.
Rahman (01), seorang pemilik warung kelontong di Kecamatan Campalagian, mengaku omzetnya terus merosot sejak minimarket berdiri di sekitar tempat usahanya.
“Dulu saya bisa dapat lebih dari Rp500 ribu sehari, sekarang hanya Rp150 ribu sampai Rp200 ribu. Masyarakat lebih memilih belanja di ritel modern karena lebih lengkap, ada promonya, dan bisa bayar pakai digital,” ungkap Rahman dengan nada kecewa.
Ia menambahkan bahwa keberadaan ritel modern yang terus bertambah membuatnya semakin terdesak.
“Bukan cuma soal harga, tapi daya tarik mereka lebih kuat. Kalau begini terus, kami yang pedagang kecil lama-lama bisa gulung tikar,” tambahnya.
Kondisi ini juga mendapat sorotan dari Asraf, seorang mahasiswa yang aktif dalam kajian ekonomi kerakyatan di Polewali Mandar. Menurutnya, menjamurnya ritel modern tidak hanya berdampak pada perekonomian pedagang kecil, tetapi juga mengancam struktur sosial ekonomi masyarakat.
“Jika warung-warung kecil tutup, maka roda ekonomi rakyat kecil akan mati. Padahal mereka yang selama ini menopang ekonomi lokal. Pemerintah harus turun tangan membatasi ekspansi ritel modern agar keseimbangan ekonomi tetap terjaga,” tegas Asraf.
Ia menilai, pemerintah daerah perlu meninjau ulang regulasi izin pendirian ritel modern, terutama di kawasan yang sudah banyak pedagang kecil.
Kami memahami kekhawatiran para pedagang kecil. Ke depan, maka perlu adanya kajian terkait zonasi ritel modern serta program pembinaan bagi UMKM agar mereka lebih kompetitif.
Menjamurnya ritel modern memang memberikan tantangan besar bagi pedagang klontong di Polewali Mandar. Jika tidak ada kebijakan yang membatasi ekspansi minimarket serta upaya pemberdayaan bagi pedagang tradisional, skala kecil yang selama ini menjadi bagian dari ekonomi rakyat akan semakin terpinggirkan.(Hakiki/hh)




