Suwarta.id, Mamasa – Banyaknya polemik yang menjembatani riak-riak khayalak umum di kabupaten mamasa sudah menjadi rahasia umum jika penyebabnya adalah penggunaan anggaran yang sama sekali tidak tepat sasaran. Mulai dari Dana Siltap, THR serta bener anggaran yang sifatnya urgent untuk diselesaikan jutru digeser ke hal-hal yang tidak jelas peruntukkannya.
“Hal tersebut terkesan bahwa di kabupaten mamasa sudah tidak ada lagi aturan yang mampu merubah tabiat korupsi yang sudah mendarah daging, terangnya”
“Kuat dugaan kami bahwa dominasi kepentingan kelompok elit di kab.mamasa masih menjadi prioritas utama, sambungnya”
Lebih lanjut pihaknya berjanji apabila pemerintah kabupaten mamasa dalam hal ini bupati mamasa tidak segera mengatensi tuntutan publik yakni mengevaluasi atau bahkan mengganti kaban keuangan mamasa serta antek-anteknya maka aksi besar-besaran akan segera terkonsolidasi.
“Kami berjanji akan melakukan aksi besar-besaran bila perlu jilid per jilid apabila tuntutan publik terkait gagalnya kaban keuangan kab.mamasa masih dipertahankan oleh pemerintah dalam hal ini bupati. Evaluasi atau ganti adalah satu-satunya jalan yang harus di tempuh oleh pemda mamasa” terangnya.(jp/hh)




