Semarang,Suwarta.id – Dalam rangkaian kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah, Murdanil yang didampingi oleh Faisal, turut menghadiri Seminar Islam Internasional yang digelar di Auditorium Prof. Wuryanto, Universitas Negeri Semarang (Unnes) Kampus Sekaran, Gunungpati.
Acara yang berlangsung pada hari Ahad, 13 September 2026, mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini mengusung tema “Menebar Cahaya Al Qur’an Dalam Era Digital, Dari Jawa Tengah Menuju Indonesia Emas 2045”. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda strategis dalam menyongsong generasi emas Indonesia melalui pendekatan nilai-nilai Qur’ani di tengah perkembangan teknologi digital.
Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka, di antaranya perwakilan dari Universitas Al-Azhar Al-Syarif, Mesir (Internasional); Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS) (Internasional); serta Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama Republik Indonesia. Selain itu, Menteri Agama Republik Indonesia turut hadir sebagai Keynote Speaker dalam forum bergengsi tersebut.

Di sela-sela akhir acara, Murdanil, bersama Faisal, mengambil kesempatan strategis untuk menghampiri Menteri Agama Republik Indonesia. Pertemuan singkat tersebut dilakukan guna memastikan kesiapan waktu beliau untuk melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Barat, dalam rangka menghadiri peringatan Hari Jadi Sulawesi Barat yang ke-22. Ini juga menjadi arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka.
Langkah komunikasi yang dilakukan Murdanil ini dinilai sebagai bentuk keseriusan dalam mempersiapkan agenda besar daerah, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Agama RI.
“Kita harap kunjungan Menteri Agama nantinya dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan syiar Islam dan pembangunan di Sulawesi Barat,” harapnya.
Kehadiran Murdanil, bersama Faisal, dalam forum internasional ini menunjukkan komitmen dan dukungan nyata terhadap pengembangan syiar Islam serta pentingnya literasi digital yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an. Diharapkan, melalui seminar ini, gagasan dan wawasan yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam upaya pembangunan daerah dan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Acara berjalan dengan lancar dan khidmat, dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, akademisi, serta peserta MTQ dari berbagai provinsi di Indonesia. Panitia penyelenggara, yang dalam hal ini dihubungi melalui Narahubung Sdr. Indrawan, menyampaikan terima kasih atas partisipasi dan kehadiran seluruh undangan.(*)




