Suwarta.id, MAMUJU –Industri briket arang kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Salah satu perusahaan briket arang terkemuka di desa Parappe kecamatan Campalagian,Polewali Mandar telah berhasil mengekspor kembali produknya ke negara Turki.
Ekspor kali ini sebanyak 27 ton briket arang berbahan dasar tempurung kelapa, yang dikenal sebagai produk ramah lingkungan dan efisien sebagai bahan bakar alternatif. Negara-negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar menjadi tujuan utama pengiriman.
Menurut keterangan Direktur perusahaan Hikmah Surabaya Arang Sudirman Abu, bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari peningkatan standar kualitas dan konsistensi dalam memenuhi kebutuhan pasar internasional.
“Kami terus berinovasi dalam proses produksi dan memastikan bahwa produk kami memenuhi standar internasional, terutama dalam hal kadar air, kadar abu, dan daya tahan panas,” ujar Sudirman
Pasar Timur Tengah diketahui memiliki permintaan tinggi terhadap briket arang, khususnya untuk keperluan kuliner dan rumah tangga. Selain efisien, briket arang Indonesia juga dikenal memiliki aroma khas yang disukai pasar luar negeri.
Pemerintah daerah setempat menyambut baik keberhasilan ekspor ini. “Ini bukti bahwa UMKM dan industri lokal mampu bersaing di pasar global, khususnya dalam sektor energi alternatif berbasis sumber daya alam terbarukan,” ujar Muh Rusdin Koperindag Sulbar.
Dengan tren positif ini, perusahaan berharap dapat meningkatkan volume ekspor di bulan-bulan mendatang, sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat lokal, Sudirman.(jl/hh)




