Majene,Suwarta.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin Gelombang 116 Tematik Inovasi Daerah (Desa Wisata) menggelar Seminar Program Kerja di Kantor Kelurahan Sirindu, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Selasa, 14 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah awal pengabdian mahasiswa sekaligus forum untuk memaparkan berbagai program yang telah dirancang berdasarkan hasil observasi lapangan di Kelurahan Sirindu.
Seminar dihadiri oleh pemerintah kelurahan, dosen pendamping, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta warga setempat. Kegiatan diawali dengan sambutan Koordinator Desa, Muhammad Alif Anshar yang berharap seluruh program yang dipaparkan dapat disempurnakan melalui diskusi sehingga pelaksanaannya tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dosen Pendamping KKN, Muhammad Abdillah Rahmat menjelaskan bahwa seluruh program kerja disusun sesuai tema Desa Wisata dengan mengacu pada potensi dan permasalahan yang ditemukan selama observasi lapangan.
“Program-program yang disusun merupakan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat. Kami berharap pemerintah dan masyarakat dapat memberikan masukan, termasuk teguran apabila terdapat kekurangan selama mahasiswa melaksanakan pengabdian di Kelurahan Sirindu,” ujar Abdillah Rahmat.
Sementara itu, Lurah Sirindu, Juliasman mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin. Ia berharap keberagaman disiplin ilmu yang dimiliki para mahasiswa mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap seluruh program yang telah dipaparkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dapat dilaksanakan dengan baik melalui kerja sama semua pihak,” katanya.
Dalam pemaparan program kerja kelompok, mahasiswa menetapkan pengelolaan sampah sebagai program prioritas. Berdasarkan hasil observasi di lima lingkungan Kelurahan Sirindu, pengelolaan sampah dinilai masih menjadi persoalan utama yang perlu dibenahi untuk mendukung pengembangan Sirindu sebagai desa wisata yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan.
Mahasiswa merancang sistem pengelolaan sampah dengan pemisahan sampah organik dan anorganik. Sampah organik akan diolah melalui komposter berbentuk lubang resapan yang mampu mengurai sampah tanpa menimbulkan bau, sedangkan sampah anorganik akan mendukung rencana Pemerintah Kelurahan dalam pembentukan bank sampah.
Selain program kelompok, mahasiswa juga memperkenalkan berbagai program kerja individu sesuai bidang keilmuan masing-masing, di antaranya dokumentasi sejarah dan budaya Mandar melalui program Massulekka, edukasi hukum bagi pemuda, digitalisasi informasi kelurahan berbasis website, media edukasi pengelolaan sampah berbasis sains, pengembangan chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) sebagai layanan informasi kelurahan, hingga pembuatan video dokumenter potensi wisata, budaya, dan kehidupan masyarakat Sirindu.
Muhammad Alif Anshar menjelaskan bahwa seluruh program tersebut lahir dari hasil observasi yang dilakukan selama beberapa hari di lima lingkungan Kelurahan Sirindu sehingga diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Melalui seminar ini, pemerintah kelurahan bersama berbagai unsur masyarakat memberikan masukan terhadap seluruh program yang telah dipaparkan,” tuturnya
Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program kerja mahasiswa KKN sehingga mampu menghadirkan solusi atas berbagai permasalahan di Kelurahan Sirindu sekaligus mendukung pengembangan kawasan sebagai desa wisata yang bersih, inovatif, dan berdaya saing.




