Suwarta.id, MAMUJU — Satu langkah maju kembali diukir Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Provinsi Sulawesi Barat dalam mempersiapkan aparatur yang tanggap menghadapi tantangan zaman. Empat ASN bertalenta BPKPD Sulbar mengikuti Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence di Pemerintahan Tahun 2025 yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui kerja sama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) dan Balai Besar Pusat Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo (Komdigi) Makassar.
Keempat ASN penuh energik tersebut adalah Kasubid Akuntansi Keuangan dan Tuntutan Ganti Rugi, Indah Mustika Sari, Staf Pelaksana, Mutmainnah, Elvy Suhartaty, dan Staf IT, Ilham. Mereka bergabung dengan puluhan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain yang berkomitmen meningkatkan kompetensi teknis di bidang teknologi, khususnya dalam pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) untuk pemerintahan.
Pelatihan ini dilaksanakan selama empat hari, mulai Senin hingga Kamis (11–14 Agustus 2025) di Room Meeting BPSDMD Provinsi Sulbar. Menggunakan metode pembelajaran tatap muka (klasikal), peserta dibimbing langsung oleh mentor berpengalaman dari Balai Besar PSDM dan Penelitian Kominfo Makassar, Yayat Dendy Hadiyat, Analis Kebijakan Ahli Muda sekaligus Ketua Tim Akademi GTA, yang dikenal luas profesionalitas dan kiprahnya di bidang teknologi pemerintahan.
Kepala BPKPD Sulbar, Mohammad Ali Chandra, menyambut positif keterlibatan ASN BPKPD dalam pelatihan ini. Menurutnya, penguasaan teknologi berbasis AI adalah langkah strategis untuk mendorong pemerintahan lebih efektif, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan publik.
“Selaras dengan Panca Daya Pembangunan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat, khususnya daya ketiga, membangun SDM unggul dan berkarakter, serta daya kelima, memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel. Pelatihan ini akan menjadi modal penting bagi ASN kami untuk memberikan pelayanan publik yang berkualitas dan adaptif di era 5.0,” ujar Mohammad Ali Chandra.
Kasubid Akuntansi Keuangan dan Tuntutan Ganti Rugi, Indah Mustika Sari, yang turut menjadi peserta pelatihan, mengungkapkan semangatnya mengikuti pembelajaran ini.
“AI bukan lagi masa depan, tapi sudah menjadi kebutuhan saat ini. Dengan memahami cara kerjanya, kami bisa mengembangkan sistem keuangan daerah yang lebih akurat, cepat, dan transparan. Ini peluang besar untuk memaksimalkan pelayanan dan tata kelola di BPKPD,” tutur Indah Mustika Sari.
Kegiatan ini menjadi momentum bagi para peserta untuk memanfaatkan peluang teknologi mutakhir, sekaligus membuktikan bahwa ASN Sulbar siap bertransformasi menuju tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan berbasis data. Dengan bekal keterampilan AI, diharapkan BPKPD Sulbar mampu menghadirkan inovasi-inovasi pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan akurat bagi masyarakat.(hh)




