Mateng, Suwarta. id – Tolak keras tambang pasir masuk di desanya, ratusan masyarakat yang tergabung 3 desa tersebut geruduk Kantor DPRD Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng). kamis (12/12/2024)
Ratusan masyaraka demo di kantor Dewan , sebagai bukti penolakan keras terhadapa tambang pasit yang masuk di desanya.
Kordinator Lapangan (Korlap) Hadi Maulana, kepada awak media mengatakan kedatangan kami kesini sebagai bentuk penolakan kertas tambang nyang masuk di Budong – Budong dan Karossa, kemudian meninta izin tambang yang sudah ada itu di cabut .
” Kami Aliansi dari 3 desa menolak keras adanya tambanh yang masuk ke desa kami, dan meminta agar izin ang sudah ada itu di cabut kembali, ” tegas Hadi.
Hadii menuturkan dengan adanya tambanh pasir ini, itu sangat merugikan dan sangat berdampak negatif kepada masyarakat khusus nya para nelayan.
Dikatakan juga sejauh ini masuknya tambang sosialisasi nya hanya melibatkan beberapa orang dan mereka itu buka perwakilan dari masyarakat.
Hanya saja masih Hadi, pihak perusahaan itu mrngatasnamakan masyakat, dan juga sebenarnya dari masyarakat itu tidak pernah mengatakan sikap bahwa mereka menginginkan untuk masuknya tambang tersebut.
” Dari informasi dan data yang kami dapat, material tambang pasir ini nantinya akan di drop ke pembagunan IKN jadi sepertinya kita di Sulbar khusus di Mateng ini akan di jadikan tumbal dari pembangunan IKan itu sendiri, ” ungap pemudah yang memiliki ciri khas rambut gondrong itu
Olehnya itu Hadi berharap dengan aksi yang dilakukan hari ini, itu mampu menyampaikan kepihak pemerintah bahkan sampai ke Presiden RI, bahwa kami masyarakat pesisit tindak ingin menjadi tumbal dari pembangunan IKN. tutup nya.
Diketahui ratusan masyakat pesisir yang melakukan aksi damai tersebut berasal dari Desa Karossa, Desa Budong-Budong, Desa Bababa.
Arisman




