Suwarta.id, Majene – Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Aksi Sosial dan Dedikasi Masyarakat (ASDAM), Forum Komunikasi Mahasiswa Mandar Sulawesi Barat (FKMM Sulbar) melakukan kunjungan langsung ke salah satu lahan perkebunan cengkeh milik warga di Dusun Petudang Dhua, Desa Ulidang, Kecamatan Tammerodo, Kabupaten Majene. Kunjungan ini bertujuan untuk mengenal lebih dekat potensi pertanian lokal sekaligus mendengar langsung pengalaman petani setempat, 15 Agustus 2025.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan FKMM Sulbar disambut oleh Bapak Abdul Rahim, pemilik kebun cengkeh. Beliau menjelaskan bahwa perkebunan cengkeh merupakan salah satu mata pencaharian utama masyarakat Desa Ulidang dan telah banyak dikembangkan oleh warga setempat.
“Saya memiliki 70 pohon cengkeh yang dapat menghasilkan kurang lebih Rp10 juta dalam satu kali panen,” ujar Abdul Rahim.
Meski menjadi komoditas yang menjanjikan, Abdul Rahim menegaskan bahwa budidaya cengkeh bukan hal yang mudah. Pohon cengkeh memerlukan perawatan rutin, termasuk penyiraman yang intensif pada musim kemarau.
“Kalau musim hujan kami tidak menyiram, tapi kalau kemarau bisa sampai 2–3 kali seminggu. Sekali menyiram membutuhkan minimal 30 liter air,” jelasnya.
Untuk kebutuhan air, Abdul Rahim menggunakan pipa yang terhubung langsung ke sumber mata air di pegunungan. Namun, ia mengakui ada kendala teknis:
“Hambatannya ada di pipa, karena jumlah pipa yang kami miliki sangat kurang dan tidak memadai untuk menyiram seluruh tanaman cengkeh,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga menyampaikan kesulitan dalam memperoleh pupuk yang sesuai untuk tanaman cengkeh. Pupuk yang biasa digunakan adalah pupuk ZA dan pupuk Poska, yang dinilai paling cocok untuk pertumbuhan tanaman tersebut.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat membantu menyediakan pupuk untuk mempermudah para petani cengkeh maupun petani lainnya,” harapnya.
FKMM Sulbar melalui kunjungan ini tidak hanya ingin belajar tentang potensi lokal, tetapi juga menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah agar dapat memberikan perhatian lebih terhadap sektor pertanian, khususnya perkebunan cengkeh di Desa Ulidang. Dukungan berupa perbaikan infrastruktur irigasi, pengadaan pupuk yang memadai, dan pendampingan teknis diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani.
“Kami melihat langsung bagaimana semangat petani untuk mengembangkan perkebunan cengkeh, namun terbentur pada keterbatasan sarana dan prasarana. Harapan kami, pemerintah daerah dapat hadir memberikan solusi konkret agar potensi besar ini tidak hanya menjadi sumber penghidupan, tetapi juga kebanggaan daerah,” ujar perwakilan FKMM Sulbar.(hh)




