Mamuju,Suwarta.id – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat memperkuat Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKN) sebagai fondasi utama pengambilan keputusan strategis di wilayah tersebut. Langkah ini dilakukan guna memastikan setiap kebijakan kesehatan diambil berdasarkan data lapangan yang akurat, bukan sekadar asumsi administratif semata.
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa transformasi digital ini merupakan urat nadi dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata dan berkeadilan. Upaya tersebut secara langsung mendukung visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, khususnya pada komitmen Panca Daya Ketiga untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter.
“Kesehatan adalah investasi penentu masa depan bangsa. Tanpa manusia yang sehat, infrastruktur sebesar apa pun akan kehilangan maknanya,” ujar dr. Nursyamsi saat membuka Pertemuan Penguatan SIKN di Mamuju, Senin 11 Mei 2026. Beliau menambahkan bahwa keberhasilan sistem tidak lagi diukur dari banyaknya aplikasi yang dimiliki, melainkan dari manfaat nyata bagi keselamatan warga di seluruh penjuru Sulawesi Barat.
Salah satu Fokus utama penguatan sistem ini mencakup pengawasan distribusi logistik medis dan percepatan eliminasi penyakit menular seperti Tuberkulosis (TB). Melalui aliran data real-time dari seluruh Puskesmas, pemerintah dapat mendeteksi dini potensi kekosongan stok obat sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terhenti akibat kendala administratif maupun teknis.
Ke depan, SIKN akan menjadi katalisator penting dalam memutus rantai penularan penyakit melalui pemetaan penyebaran yang lebih presisi. Dengan sistem yang terintegrasi kuat antara level provinsi hingga akar rumput, Sulawesi Barat menargetkan efisiensi anggaran dan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045. (Rls)




